Biden Kecam Kejahatan Rasial pada Warga Asia di AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 12:23 WIB
US President Joe Biden speaks about the situation in Myanmar in the South Court Auditorium of the Eisenhower Executive Office Building in Washington, DC, on February 10, 2021. - Biden said Wednesday that the United States was taking actions against Myanmars military including freezing their access to US-based assets as he urged generals to relinquish power. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Joe Biden (dok. AFP/SAUL LOEB)

Para aktivis menyebut tindak kekerasan dan diskriminasi anti-Asia secara lebih luas telah dipicu oleh pembahasan soal 'virus China' yang dilontarkan mantan Presiden Donald Trump dan pihak lainnya.

Motivasi rasialisme sulit dibangun dalam banyak kasus, namun angka kejahatan kebencian anti-Asia dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat. Kajian California State University menunjukkan bahwa angkanya bertambah dari 49 kasus menjadi 122 kasus sepanjang tahun lalu, dengan peningkatan terjadi di sebanyak 16 kota besar di AS, termasuk New York dan Los Angeles.

Laporan tersebut menggunakan data awal kepolisian setempat dan mengamati peristiwa yang dikategorikan sebagai tindak kriminal dan menunjukkan bukti adanya bias etnis atau ras.

Laporan itu sejalan dengan studi lainnya dari kelompok advokasi Stop AAPI Hate yang menunjukkan lebih dari 2.800 insiden rasisme dan diskriminasi -- termasuk dalam bentuk non-fisik -- yang menargetkan warga Asia-Amerika dan dilaporkan secara online di seluruh wilayah AS, antara Maret hingga Desember tahun lalu.


(nvc/ita)