Pertama di Eropa, Prancis Gelar Latihan Militer Luar Angkasa

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 13:57 WIB
ilustrasi luar angkasa
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Paris -

Prancis menggelar latihan militer luar angkasa pertamanya untuk menguji kemampuannya dalam mempertahankan satelit-satelitnya dari serangan, sebagai tanda meningkatnya persaingan antara kekuatan dunia di orbit Bumi.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/3/2021) Michel Friedling, kepala Komando Antariksa Prancis, menyebut latihan itu sebagai "uji tekanan terhadap sistem kita" dan mengatakan latihan itu "adalah yang pertama bagi militer Prancis dan bahkan yang pertama di Eropa."

Dengan menggunakan nama sandi "AsterX" yang mengacu pada satelit Prancis pertama, Asterix tahun 1965, latihan tersebut akan mensimulasikan pemantauan objek luar angkasa yang berpotensi berbahaya, serta ancaman terhadap satelit.

"Serangkaian peristiwa muncul dan menciptakan situasi krisis atau ancaman terhadap infrastruktur luar angkasa kita, tetapi tidak hanya ini," kata Friedling kepada wartawan dari markas Komando Luar Angkasa di Toulouse, barat daya Prancis.

Selama latihan, militer Prancis memantau objek luar angkasa yang berpotensi membahayakan, serta menimbulkan ancaman terhadap satelitnya dari kekuatan luar angkasa lain yang cukup besar.

Angkatan Luar Angkasa AS dan badan-badan antariksa Jerman ambil bagian dalam latihan Prancis ini, yang dimulai pada hari Senin (8/3) waktu setempat dan akan berlangsung hingga Jumat (12/3) mendatang.

Sebelumnya, pembentukan Komando Luar Angkasa Prancis diumumkan pada 2019 dan rencananya akan berjumlah 500 orang pada tahun 2025 mendatang.

"Sekutu dan musuh kita sedang memiliterisasi ruang angkasa ... kita perlu bertindak," kata Menteri Pertahanan Florence Parly saat itu.

Dia mengatakan bahwa Prancis berencana mengembangkan senjata laser antisatelit dan kemampuan pengawasan baru untuk mengatasi kesenjangan dengan saingan-saingannya: China, Rusia dan Amerika Serikat.

Lihat juga Video: Taiwan Latihan Militer Antisipasi Serangan China

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2