Round Up

Serangan Balasan Koalisi Saudi ke Houthi Lewat Yaman

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 22:04 WIB
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyerang Ibu Kota Yaman, Minggu (7/3) waktu setempat. Asap hitam membubung tinggi usai serangan udara dilancarkan.
Asap membumbung tinggi di ibukota Sanaa usai Koalisi Saudi melakukan serangan balasan (Foto: AP Photo/Hani Mohammed)
Riyadh -

Aksi balasan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi dilakukan usai kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan drone dan rudal yang berhasil dicegatnya. Saudi melancarkan serangan udara di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi pada hari Minggu (7/3) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/3/2021) menurut koresponden AFP di lokasi kejadian, serangan itu menimbulkan ledakan besar yang menyebabkan langit Sanaa dihiasi gumpalan asap tebal. Houthi melaporkan ada tujuh serangan udara di kota itu.

"Operasi militer itu menargetkan militer Houthi di Sanaa dan sejumlah provinsi lain," kata koalisi Saudi seperti dikutip oleh Saudi Press Agency (SPA).

Aksi balasan itu menandai eskalasi baru dalam konflik enam tahun di Yaman, antara pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi dan pemberontak Houthi, meskipun ada dorongan baru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri permusuhan.

Sebelumnya, koalisi Arab Saudi berhasil mencegat total 12 drone dan 2 rudal balistik yang diluncurkan oleh pemberontak pada Minggu (7/3). Koalisi Saudi mengatakan drone-drone itu ditujukan untuk sasaran "sipil" di Arab Saudi, tanpa menyebutkan lokasinya. Kedua rudal yang berhasil dicegat diketahui menargetkan kota selatan Jizan. Tidak disebutkan apakah ada korban atau kerusakan.

Serangan lintas perbatasan itu tidak segera diklaim oleh pemberontak Houthi, tetapi mereka telah meningkatkan serangan ke Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir. Houthi juga meningkatkan serangan di Yaman untuk merebut benteng terakhir pemerintah di Marib, Yaman utara.

Dalam sebuah pernyataan setelah serangannya, koalisi Arab Saudi mengatakan bahwa menargetkan warga sipil di kerajaan adalah "garis merah", dan menambahkan bahwa tindakan Houthi "tidak akan mengarah pada penyelesaian politik".

Eskalasi terbaru ini terjadi ketika Washington melanjutkan upaya untuk menyelesaikan konflik yang semakin parah, yang menurut organisasi internasional telah merenggut puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi.

Selanjutnya
Halaman
1 2