Kekurangan Vaksin dan Jarum Suntik, Vaksinasi Corona di Jepang Lamban

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 16:55 WIB
Dilansir Reuters, Senin (4/1/2021) Jepang mencatat rekor 4.520 kasus baru Corona pada 31 Desember dalam gelombang baru infeksi.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Tokyo -

Program vaksinasi virus Corona (COVID-19) di Jepang berjalan lamban akibat kurangnya pasokan vaksin dan jarum suntik khusus. Situasi ini menambah tantangan bagi pemerintah Jepang yang menargetkan untuk memvaksinasi setiap warga dewasa pada akhir tahun ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (8/3/2021), sejak vaksinasi dimulai tiga pekan lalu, kurang dari 46.500 dosis vaksin Corona yang telah disuntikkan kepada para tenaga kesehatan di garis depan hingga Jumat (5/3) lalu.

Dengan kecepatan saat ini, akan dibutuhkan 126 tahun untuk memvaksinasi seluruh penduduk Jepang yang berjumlah 126 juta jiwa. Pasokan vaksin Corona untuk Jepang diperkirakan akan bertambah dalam beberapa bulan ke depan.

Jika dibandingkan, Korea Selatan (Korsel) yang memulai vaksinasinya sepekan lebih lambat dari Jepang, telah menyuntikkan nyaris tujuh kali lipat dosis vaksin Corona hingga Minggu (7/3) waktu setempat.

Tidak seperti kebanyakan negara lainnya, Jepang mewajibkan uji klinis tersendiri untuk obat-obatan baru, termasuk vaksin, yang dilakukan terhadap pasien Jepang. Aturan ini semakin memperlambat proses persetujuan vaksin.

Sejauh ini, hanya vaksin Corona yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech yang telah disetujui regulator Jepang.

Uji klinis untuk vaksin Corona buatan AstraZeneca dan Moderna tengah dilakukan dan kini menunggu persetujuan regulator.

"Rasa urgensi di kalangan pemerintah, menurut saya, tidak sama dengan negara-negara G7 lainnya," sebut seorang dokter dan peneliti pada Keio University, Haruka Sakamoto, menekankan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat Corona relatif rendah di Jepang.

Lihat juga Video: Hasil Simulasi Superkomputer Jepang, Pakai Dua Masker Kurang Efektif

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2