Korsel Setujui Pembayaran Pasukan Militer AS di Negaranya

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 13:40 WIB
American military convoy stops near the town of Tel Tamr, north Syria, Sunday, Oct. 20, 2019. Kurdish-led fighters and Turkish-backed forces clashed sporadically Sunday in northeastern Syria amid efforts to work out a Kurdish evacuation from a besieged border town, the first pull-back under the terms of a U.S.-brokered cease-fire. (AP Photo/Baderkhan Ahmad)
ilustrasi pasukan militer AS (Foto: AP Photo/Baderkhan Ahmad)
Seoul -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan telah mencapai kesepakatan tentang kontribusi biaya Seoul untuk kehadiran pasukan AS di semenanjung Korea. Hal itu disampaikan seiring kedua negara memulai latihan militer gabungan tahunan.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/3/2021) masalah pembayaran pasukan AS tersebut telah mengganggu aliansi keamanan kedua sekutu itu di bawah mantan presiden Donald Trump. Trump berulang kali menuduh Korea Selatan menerima kehadiran pasukan AS secara gratis.

Diketahui, AS menempatkan 28.500 tentara di Korea Selatan untuk mempertahankan sekutunya itu dari persenjataan nuklir Korea Utara, yang menginvasi pada tahun 1950.

Kondisi Korsel dan Korut menjadi bagian penting dari pengerahan pasukan AS di Asia. Namun negosiasi mengenai pendanaan telah terhalang setelah Trump meminta Korsel membayar miliaran dolar.

Awalnya, Trump menuntut US$ 5 miliar per tahun - meningkat lebih dari lima kali lipat. Dalam kesepakatan sebelumnya yang berakhir pada akhir 2019, Seoul membayar Washington sekitar US$ 920 juta setiap tahun.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan kedua pihak telah mencapai kesepakatan, tanpa menyebutkan jumlah yang disepakati.

"Pemerintah akan menyelesaikan kesenjangan yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun melalui penandatanganan kesepakatan yang cepat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan baru ini masih harus disetujui oleh badan legislatif Korea Selatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2