Membelot, Ratusan Polisi Myanmar Gabung ke Kelompok Antikudeta

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 14:55 WIB
Police run while holding shields as they attempt to disperse protesters taking part in a demonstration against the military coup in Yangon on February 27, 2021. (Photo by Ye Aung THU / AFP)
Lebih dari 600 polisi Myanmar turut melawan militer (Foto: AFP/YE AUNG THU)

Sumber kepolisian mengatakan tidak ada petugas yang bergabung dengan CDM yang kembali bekerja. Mereka juga tidak ditahan.

"Saya tidak tahan melihat banyak orang mengalami masalah sehingga beberapa orang bisa makmur. Saya memilih untuk pergi, berkata pada diri sendiri bahwa mereka setidaknya akan kehilangan seorang petugas untuk menekan pengunjuk rasa jika saya berhenti," kata seorang polisi di Yangon yang bergabung dengan CDM.

Polisi yang berpartisipasi dalam CDM mengatakan mereka hanya akan menerima pemerintahan terpilih. Beberapa mengatakan mereka akan menawarkan layanan mereka jika Komite yang Mewakili Pyidaungsu Hluttaw, mewakili anggota terpilih Parlemen Persatuan dari Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) Myanmar, membentuk tentara untuk melawan rezim militer.

"Mayoritas petugas yang telah bergabung dengan CDM mengajukan pengunduran diri. Sementara beberapa hanya memberi tahu atasan mereka bahwa mereka bergabung dengan gerakan itu," kata petugas di Naypyitaw, Myanmar.

Beberapa surat pengunduran diri mengatakan mereka tidak memiliki keinginan untuk melaksanakan perintah dewan militer dan mengundurkan diri untuk berdiri bersama rakyat.

Reuters melaporkan pada hari Kamis (4/3) bahwa setidaknya 19 petugas telah melarikan diri ke Mizoram di India melalui Negara Bagian Chin dan meminta suaka politik.

Beberapa petugas yang melakukan mogok kerja sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dan telah memenangkan penghargaan kinerja yang luar biasa.

Halaman

(izt/haf)