Round-Up

Kejutan Pendaratan Militer China di Wilayah Sengketa

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 20:01 WIB
An aerial view of Qilianyu islands in the Paracel chain, which China considers part of Hainan province on August 10, 2018. (Photo by - / AFP) / China OUT
Laut China Selatan (Foto: AFP)
Beijing -

China kembali memicu ketegangan di wilayah Laut China Selatan setelah merilis rekaman militer mengejutkan. Diketahui militer China melakukan latihan pendaratan di wilayah sengketa itu.

Seperti dilansir South China Morning Post, Jumat (5/3/2021) perilisan rekaman itu dilakukan hanya beberapa hari setelah operasi pengintaian Amerika Serikat (AS) dan latihan Taiwan mensimulasikan serangan China di wilayah terumbu karang itu.

"Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengerahkan angkatan laut, angkatan darat dan korps marinir serta pasukan angkatan udara untuk mengambil bagian dalam simulasi perang di sekitar Pulau Triton, di Kepulauan Paracel, untuk mengeksplorasi taktik dan metode perang gabungan," demikian dilaporkan stasiun penyiaran CCTV pemerintah China, pada Rabu (3/3).

Dalam laporan yang dirilis CCTV, terlihat beberapa kapal pendarat Tipe 726 'Wild Horse' berlayar keluar dari kapal amfibi Tipe 071. Kapal-kapal itu bergegas ke pantai, masing-masing dengan tank tempur Tipe 96A dan dilengkapi tentara korps marinir bersenjata lengkap.

Kapal perusak berpeluru kendali Tipe 052D, fregat berpeluru kendali Tipe 054A dan kapal pendukung menjaga lepas pantai, sementara pesawat tempur Su-30MKK dan pembom H-6K menyediakan perlindungan udara.

Sementara itu, rekaman militer juga memperlihatkan pasukan korps marinir PLA yang mendarat dari kapal dan helikopter. Mereka kemudian menghadapi perlawanan dengan tembakan sebelum tim tank tentara mengirimkan kendaraan ke depan dan menghancurkan bunker musuh.

Tidak disebutkan secara spesifik waktu pelaksanaan latihan tersebut dalam laporan tersebut. Namun, latihan itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Ini dilakukan setelah PLA memulai latihan militer selama sebulan di Laut China Selatan pada hari Senin (1/3), pada saat AS meningkatkan operasi pengintaian.

Kepulauan Paracel juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. Kapal Angkatan Laut AS sering melakukan operasi 'kebebasan navigasi' di wilayah tersebut, yang terbaru terjadi bulan lalu.

Menurut laporan TV dan pernyataan PLA, Armada Angkatan Laut juga mempraktikkan sejumlah latihan seperti, pertahanan udara, operasi anti-rudal, dan latihan lepas landas serta pendaratan helikopter di malam hari.

Pada minggu lalu, menurut data pemantauan yang dirilis oleh South China Sea Strategic Situation Probing Initiative, lembaga think-tank yang berbasis di Beijing, AS mengirim pesawat pengintai - termasuk drone pengintai maritim MQ-4C, pesawat mata-mata EP-3E, dan pesawat pengintaian strategis RC-135U - ke Laut Cina Selatan. AS juga mengirimkan kapal pengintai laut USNS Impeccable ke wilayah tersebut.

Video PLA ini dirilis ketika angkatan bersenjata Taiwan melakukan latihan penembakan langsung dari Kepulauan Pratas (juga dikenal sebagai Kepulauan Dongsha dalam bahasa China) ke perairan sekitarnya pada hari Senin (1/3). Kegiatan serupa dijadwalkan akan dilakukan minggu depan dan akhir bulan ini, di Pulau Taiping.

Baik Kepulauan Pratas dan Taiping berada dalam kekuasaan Taiwan.

Menurut penjaga pantai Taiwan, latihan tersebut adalah pelatihan tahunan untuk mensimulasikan penanganan intrusi oleh PLA dan kapal Vietnam. Karena hubungan antara China dan Taiwan menjadi lebih tegang, PLA telah meningkatkan peringatannya ke Taiwan, yang disebut China sebagai bagian wilayahnya.

(izt/ita)