Round Up

Dimulainya Penyelidikan Kejahatan Perang di Palestina

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 04:40 WIB
Israeli soldiers patrol near a burning field on the Israeli side of the border between Israel and Gaza, May 14, 2018. REUTERS/Amir Cohen     TPX IMAGES OF THE DAY
ilustrasi tentara Israel (Foto: Amir Cohen/Reuters)
Penyelidikan ini akan fokus pada Operation Protective Edge, operasi militer yang diluncurkan Israel pada musim panas tahun 2014 dengan tujuan menghentikan serangan roket ke wilayahnya oleh militan Hamas. Sekitar 2.250 warga Palestina tewas, yang sebagian besar warga sipil. Dari kubu Israel, sedikitnya 74 orang, yang sebagian besar tentara Israel, tewas.
Tahun 2019, Bensouda menyatakan ada 'dasar beralasan' untuk meyakini kejahatan telah dilakukan oleh anggota Angkatan Bersenjata Israel (IDF), otoritas Israel, Hamas dan kelompok bersenjata Palestina.

Militer Israel diduga 'secara sengaja melancarkan serangan yang tidak proporsional' dan melakukan 'pembunuhan disengaja dan menyebabkan luka serius dengan sengaja. Sedangkan Hamas dan kelompok bersenjata Palestina dituduh 'secara sengaja mengarahkan serangan terhadap warga sipil' dan 'menggunakan orang-orang sebagai tameng'.

"Negara Israel sedang diserang malam ini. Pengadilan internasional yang berbasis di Den Haag mencapai keputusan yang merupakan esensi dari anti-Semitisme," sebut Netanyahu dalam videonya yang diposting ke Twitter, menanggapi keputusan ICC.

Halaman

(ita/ita)