Round Up

Murka Publik Korsel saat Tentara Transgender Ditemukan Meregang Nyawa

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 21:39 WIB
This photo taken in January 2020 shows late transgender South Korean soldier Byun Hee-soo at a press conference in Seoul. - Byun, who was forcibly discharged from the army after her operation, has been found dead, police said, prompting anger March 4, 2021 and calls for legal reforms. (Photo by STRINGER / YONHAP / AFP) / - South Korea OUT / NO ARCHIVES -  RESTRICTED TO SUBSCRIPTION USE
Byun Hee-soo (STRINGER/YONHAP/AFP)

Korsel diketahui melarang transgender untuk bergabung dengan kemiliteran, namun negara itu tidak memiliki undang-undang khusus mengenai apa yang harus dilakukan terhadap tentara yang melakukan operasi ganti kelamin ketika masih berstatus aktif. Byun menjadi tentara transgender pertama di Korsel.

Keputusan militer Korsel melarang Byun untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai tentara wanita dianggap tidak memiliki dasar hukum oleh Komisi HAM Korea (NHRCK) pada Desember tahun lalu. Pusat HAM Korea untuk Militer mengajukan petisi yang menyebut pemberhentian paksa terhadap Byun sebagai diskriminasi terhadap transgender.

RUU anti-diskriminasi akan melarang tindakan pilih kasih berdasarkan jenis kelamin, ras, usia, orientasi seksual, disabilitas atau agama, serta beberapa kriteria tidak biasa seperti riwayat kriminal, penampilan dan latar belakang pendidikan. Belasan upaya untuk meloloskan RUU itu berujung kegagalan selama 14 tahun terakhir, dengan menghadapi perlawanan kuat dari gereja-gereja dan kelompok sipil yang konservatif.

Jika Anda memiliki pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk segera hubungi psikolog dan psikiater terdekat. Kunjungi laman www.intothelightid.org/cari sebagai laman yang didedikasikan untuk mencari layanan kesehatan mental terdekat. Laman pertolongan pertama bagi orang dengan pemikiran bunuh diri juga dapat dibaca di www.intothelightid.org/tolong.

Halaman

(ita/ita)