China Bantah Jadi Dalang Peretasan Produsen Vaksin Corona di India

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 17:21 WIB
Vaksin Covid-19: Bisakah India memenuhi 60% permintaan dunia dan kebutuhan dalam negeri?
Ilustrasi (dok. BBC World)
Beijing -

Otoritas China membantah tuduhan yang menyebut kelompok peretas yang didukung pemerintahannya menargetkan sistem IT dua produsen vaksin virus Corona (COVID-19) di India. China menyebut tuduhan yang dilontarkan sebuah perusahaan intelijen siber itu sebagai 'spekulasi tak berdasar'.

"Tanpa menunjukkan bukti apapun, pihak terkait melontarkan spekulasi tak berdasar, memutarbalikkan dan mengarang fakta, untuk memfitnah pihak tertentu," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021).

"Perilaku ini tidak bertanggung jawab dan memiliki motif tersembunyi. China dengan tegas menentangnya," imbuh pernyataan itu.

Sebuah perusahaan intelijen siber bernama Cyfirma, yang didukung banyak investor termasuk Goldman Sachs, sebelumnya menuturkan kepada Reuters bahwa kelompok peretas APT10, yang dikenal juga sebagai Stone Panda, telah mengidentifikasi celah dan kerentanan dalam infrastruktur IT dan software jaringan pasokan Bharat Biotech dan Serum Institut of India (SII) -- produsen vaksin terbesar di dunia.

Merespons bantahan China, Cyfirma kembali menegaskan tuduhannya. "Kami tetap menegaskan temuan dan penelitian kami," tegasnya.

Pihak SII menolak mengomentari laporan ini, sedangkan pihak Bharat Biotech menyatakan tidak akan berkomentar banyak terkait isu peretasan. Namun kantor Direktur Jenderal Tim Tanggap Darurat Komputer India (CERT) yang dikelola negara, menuturkan kepada Reuters bahwa masalah peretasan telah diserahkan kepada direktur operasional.

SII diketahui memproduksi vaksin Corona buatan AstraZeneca dan Oxford University untuk banyak negara, dan akan mulai memproduksi massal vaksin Novavax. Sementara Bharat Biotech berencana mengekspor vaksin buatan dalam negeri India, COVAXIN, ke belasan negara, termasuk Brasil dan Filipina.

Lihat juga Video: Gambar Satelit Temukan Situs Rudal Nuklir Terbaru China

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2