237 Juta Dosis Vaksin Corona dari COVAX Akan Dikirimkan ke 142 Negara

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:01 WIB
COVAX: Negara-negara Miskin Segera Terima Vaksin COVID-19
Ilustrasi (Foto: DW News)
Jenewa -

Program berbagi vaksin COVAX akan mendistribusikan 237 juta dosis vaksin AstraZeneca ke sebanyak 142 negara hingga akhir Mei mendatang. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan penyaluran pasokan vaksin virus Corona (COVID-19) secara global.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021), COVAX menyatakan akan membagi jadwal pengiriman dosis-dosis vaksin, yang dibuat oleh AstraZeneca dan oleh Institut Serum India, dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada Februari-Maret dan tahap kedua pada April-Mei.

"Jadwal ini bergantung pada berbagai faktor termasuk persyaratan peraturan nasional, ketersediaan pasokan, dan pemenuhan kriteria lain seperti rencana penyebaran dan vaksinasi nasional yang divalidasi," demikian isi pernyataan itu.

COVAX merupakan program yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyediakan vaksin Corona bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah. Program ini mulai diluncurkan minggu lalu dengan pengiriman vaksin pertama ke Ghana dan Pantai Gading.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan negara-negara seperti Angola, Kamboja, Republik Demokratik Kongo dan Nigeria akan segera menerima pengiriman vaksin yang dipasok COVAX.

"Ini adalah kemitraan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang tidak hanya akan mengubah arah pandemi tetapi juga mengubah cara dunia merespons keadaan darurat kesehatan di masa depan," kata Tedros dalam jumpa pers bersama dengan UNICEF, aliansi vaksin GAVI - yang juga memimpin COVAX - dan lainnya.

Dalam pengarahan tersebut, Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, mengatakan bahwa negaranya akan memulai kampanye vaksinasi dengan dosis kiriman COVAX pada minggu ini. Vaksin akan menargetkan 20 juta orang hingga akhir tahun 2021 mendatang.

Selain tahap pertama alokasi vaksin AstraZeneca, sekitar 1,2 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech juga diantisipasi untuk pengiriman pada kuartal pertama tahun 2021.

(izt/nvc)