Presiden Ghana Terima Vaksin Covax Pertama di Dunia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 18:08 WIB
Presiden Ghana
Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo (Foto: AP Photo/Frank Franklin II, file)
Accra -

Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo menjadi penerima vaksin Covax pertama di dunia pada Senin (1/3). Covax merupakan skema global untuk mendapatkan dan mendistribusikan vaksin Corona secara gratis untuk negara-negara miskin di dunia.

"Penting bagi saya untuk memberi contoh bahwa vaksin ini aman dengan menjadi yang pertama melakukannya, sehingga semua orang di Ghana dapat merasa nyaman menggunakan vaksin ini," kata presiden berusia 76 tahun itu sebelum menerima vaksin AstraZeneca dalam siaran langsung, seperti dilansir AFP, Senin (1/3/2021).

Mendampingi suaminya, Ibu Negara Rebecca Akufo-Addo juga menerima vaksin, satu hari sebelum 600.000 dosis akan diberikan di seluruh negeri.

Bulan lalu, Otoritas Makanan dan Obat-obatan Ghana mengesahkan vaksin buatan India dan Sputnik V buatan Rusia, setelah pemerintah menargetkan vaksinasi 20 juta dari 30 juta populasinya pada akhir tahun mendatang.

Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin dari Covax, dipimpin oleh Gavi the Vaccine Alliance, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Sekitar 145 negara yang berpartisipasi ditetapkan untuk menerima 337,2 juta dosis vaksin pada pertengahan tahun - cukup untuk memvaksinasi tiga persen dari populasi gabungan mereka.

Covax berharap untuk menaikkan angka tersebut hingga 27 persen di negara-negara berpenghasilan rendah pada akhir Desember mendatang.

Sejak pandemi, Ghana telah mencatat 84.023 kasus infeksi COVID-19 dan 607 kematian, meski angka sebenarnya diyakini lebih tinggi karena kurangnya tes.

Setelah ditutup selama 10 bulan, sekolah-sekolah di Ghana dibuka kembali. Sementara pertemuan sosial besar-besaran tetap dilarang dan perbatasan darat dan laut tetap ditutup sejak Maret 2020.

Meskipun vaksin sudah diluncurkan, presiden Ghana mengatakan bahwa semua pembatasan untuk menahan penyebaran virus Corona akan tetap diberlakukan.

Lihat Video: WHO Ungkap Ada Negara Kaya 'Serakah' Vaksin

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)