Filipina Terima Pasokan Vaksin Sinovac, Duterte Pilih Merek Lain

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 11:43 WIB
In this photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte wears a protective mask as he meets members of the Inter-Agency Task Force on the Emerging Infectious Diseases in Davao province, southern Philippines on Monday Sept. 21, 2020. Duterte says he has extended a state of calamity in the entire Philippines by a year to allow the government to draw emergency funds faster to fight the COVID-19 pandemic and harness the police and military to maintain law and order. (Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Rodrigo Duterte (dok. Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Manila -

Filipina baru saja menerima pasokan pertama vaksin virus Corona (COVID-19) yang didonasikan China. Pasokan vaksin ini diterima sehari sebelum program vaksinasi dimulai, tapi Presiden Rodrigo Duterte tidak masuk dalam kelompok pertama yang akan disuntik vaksin dari Sinovac Biotech tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (1/3/2021), Duterte menghadiri seremoni pada Minggu (28/2) waktu setempat untuk menandai kedatangan 600 ribu dosis vaksin Sinovac, atau yang disebut CoronaVac, yang diantarkan oleh pesawat militer China.

Pasokan itu merupakan yang pertama dari total 25 juta dosis vaksin Sinovac yang akan dikirimkan China.

Dalam konferensi pers, Duterte yang bulan depan berusia 77 tahun, menyatakan dirinya ingin divaksinasi, namun dokternya menginginkan vaksin Corona buatan China dengan merek berbeda untuknya.

Pernyataan Duterte ini menekankan kurangnya dukungan dari pemimpin Filipina terhadap program vaksinasi Corona di wilayahnya. Salah satu jajak pendapat menunjukkan kurang dari sepertiga warga Filipina yang bersedia divaksinasi karena adanya berbagai persepsi soal efek samping vaksin.

Program vaksinasi Corona di Filipina menargetkan para tenaga kesehatan, polisi dan personel militer untuk tahap awal.

Otoritas Filipina juga merundingkan kesepakatan dengan produsen vaksin lainnya, dengan target memvaksinasi 70 juta orang atau dua pertiga populasinya.

Saksikan juga 'Alasan BPOM Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac untuk Lansia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2