Israel Adili Warganya yang Diduga Jadi Mata-mata Hamas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 12:32 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi (Thinkstock)
Tel Aviv -

Badan keamanan Israel, Shin Bet, menyatakan pihaknya menangkap seorang warga Israel keturunan Arab yang keluarganya memiliki keterkaitan dengan Gaza. Warga Israel ini diduga menyerahkan informasi pertahanan rudal kepada Hamas, yang menguasai Gaza.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (27/2/2021), Mohamad Abu Adra (43) dijerat serangkaian dakwaan, termasuk menjadi anggota organisasi teror dan menyerahkan informasi kepada musuh. Shin Bet mengumumkan dakwaan itu dalam pernyataan pada Jumat (26/2) waktu setempat.

Disebutkan Shin Bet dalam pernyataannya bahwa ibunda dan istri Abu Adra berasal dari Jalur Gaza, sedangkan ayahnya seorang Bedouin. Latar belakang keluarganya itu, menurut Shin Bet, memampukan Abu Adra untuk bolak-balik dari rumahnya di Israel dan wilayah Palestina.

"Ini memungkinkan sayap militer Hamas untuk merekrut (Abu Adra-red) dan mengelar pertemuan tatap muka dengannya di Gaza, dengan dia memberikan mereka akses unik dan berkualitas tinggi ke wilayah Israel dan melakukan misi untuk mereka," demikian pernyataan Shin Bet.

Pernyataan Shin Bet juga menyebut bahwa selain melakukan misi untuk Hamas, Abu Adra juga 'mengumpulkan dan memberikan informasi' soal lokasi baterai sistem antirudal Iron Dome milik Israel. Sistem pertahanan udara itu sering digunakan untuk melawan roket yang ditembakkan ke wilayah Israel, oleh militan Gaza.

Shin Bet menyebut Abu Adra ditangkap pada 3 Februari lalu dan secara resmi didakwa pada Jumat (26/2) waktu setempat, di pengadilan distrik Beersheba, Israel.

"(Shin Bet) Mengambil pandangan serius terhadap eksploitasi warga Israel untuk membantu aktivitas teroris dan akan terus bertindak dengan tujuan menggagalkan seluruh aktivitas teroris oleh Hamas... dan mengadili mereka yang membantu terorisme," tandas pernyataan Shin Bet.

(nvc/idh)