Round Up

Sosok 'Penceramah Tanpa Wajah', Pemimpin ISIS Jerman yang Dibui

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 05:25 WIB
Tiga warga Prancis yang bergabung ke ISIS dihukum mati di Irak
Ilustrasi Bendera ISIS (Foto: BBC World)
Berlin -

Penceramah terkenal asal Irak, Abu Walaa dijatuhi hukuman penjara 10 tahun 6 bulan penjara oleh pengadilan Jerman pada Rabu (24/2). Abu Walaa dijatuhi hukuman setelah dituduh sebagai pemimpin de facto kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Jerman.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2021) pria berusia 37 tahun itu diadili bersama tiga pria lainnya dalam persidangan berpengamanan tinggi yang dimulai pada 2017 di kota Celle, Jerman utara.

Abu Walaa didakwa atas keanggotaannya di ISIS, sementara tiga terdakwa lainnya didakwa mendukung organisasi teroris itu.

"Putusan itu menandai akhir dari 'kasus khusus' yang sangat panjang dan sangat kompleks", kata hakim Frank Rosenow saat dia menjatuhkan putusan setelah 245 hari pemeriksaan.

Tiga rekan terdakwa dijatuhi hukuman penjara mulai dari empat hingga delapan tahun karena mendukung ISIS.

Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman penjara 11,5 tahun untuk Abu Walaa. Namun pihak pembela menuntut pembebasannya. Abu Walaa sendiri menolak untuk membuat pernyataan penutup minggu lalu.

Abu Walaa memiliki nama asli Ahmad Abdulaziz Abdullah Abdullah dan dituduh menjadi "perwakilan ISIS di Jerman". Ia disebut melakukan radikalisasi kaum muda di Eropa dan membawa mereka untuk berangkat ke Irak dan Suriah.

Tuduhan terhadap Abu Walaa didasarkan atas kesaksian seorang informan dinas keamanan Jerman. Informan itu menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan bukti. Ia dibebaskan dari kesaksian langsung di depan pengadilan guna menghindari bahaya yang mengancam dirinya.

Informan kunci lainnya adalah seorang bekas militan yang setuju bekerja sama setelah kembali ke Jerman dari wilayah yang dikuasai ISIS. Ia memberi tahu penyidik bagaimana dia telah menjadi bagian dari jaringan Abu Walaa sebelum melakukan perjalanan ke Suriah.

Pengacara Abu Walaa, Peter Krieger, bersikeras bahwa kesaksian dua informan itu tidak dapat dipercaya. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa saksi kunci adalah seorang "pembohong terkenal".

Lihat juga video 'Detik-detik Bom Bunuh Diri Guncang Baghdad':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2