Round Up

Demo Kembali Muncul di Sri Lanka Gegara Kremasi Jenazah Corona

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:08 WIB
Sri Lanka is in the grip of a coronavirus surge, approving the emergency use of the vaccine developed by AstraZeneca and Oxford University on Friday (Ishara S. KODIKARA AFP/File)
Sri Lanka hadapi pandemi COVID-19 (Foto: Ishara S. KODIKARA AFP/File)
Kolombo -

Kebijakan kremasi bagi korban COVID-19 di Sri lanka menimbulkan polemik dari pihak minoritas Muslim di negara itu. Mereka menuntut diperbolehkannya penguburan korban sesuai dengan ajaran agama mereka.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2021), warga minoritas Muslim Sri Lanka kembali berdemonstrasi untuk menuntut diakhirinya kremasi paksa warga Muslim yang meninggal karena COVID-19. Demonstrasi di Kolombo, ibu kota Sri Lanka pada Selasa (23/2) waktu setempat itu, terjadi bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Khan menyambut baik pengumuman Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa pada 10 Februari bahwa penguburan akan diizinkan. Namun, sehari kemudian pemerintah Sri Lanka mencabut pengumuman itu dan menyatakan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan kremasi bagi korban Corona.

Puluhan warga Muslim yang berdemonstrasi membawa jenazah tiruan atau peti mati. Mereka mengecam kebijakan pemerintah Sri Lanka yang melarang penguburan korban Corona, tidak menghiraukan cara pemakaman mereka.

Demonstrasi sengaja dilakukan bertepatan dengan kunjungan Khan, di mana dua minggu lalu dirinya mengaku turut memikirkan penderitaan umat Islam di Sri Lanka.

"Hormati pernyataan Perdana Menteri dan izinkan penguburan," demikian isi spanduk yang dibawa demonstran di depan kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Pemerintah Sri Lanka telah menolak permohonan dan rekomendasi internasional dari para ahli untuk mengizinkan umat Islam menguburkan jenazah sesuai dengan aturan agama.

Larangan penguburan pertama kali diumumkan pemerintah pada April 2020 lalu di tengah kekhawatiran - yang menurut para ahli tidak berdasar - oleh para biksu Budha yang mengatakan mayat penderita Corona yang dikuburkan dapat mencemari air tanah dan menyebarkan virus.

Simak video 'Ciamis Terima 17.300 Dosis Vaksin Corona Sinopharm':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2