International Updates

Mesin Boeing Terbakar di Udara, Arab Saudi Buka Pendaftaran Tentara Wanita

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 17:50 WIB
Ilustrasi pesawat
ilustrasi (Foto: iStock)

"Kami meninjau semua data keselamatan yang tersedia setelah insiden kemarin," ucap Dickson, merujuk pada insiden pesawat maskapai United Airlines tersebut.

Diketahui bahwa pesawat Boeing 777-200 yang dioperasikan United Airlines dalam penerbangan rute Denver-Honolulu mengalami insiden salah satu mesin terbakar di udara sesaat usai lepas landas pada Sabtu (20/2) waktu setempat.

- Mesin Boeing 747 Terbakar di Udara, Puing Berjatuhan Lukai 2 Orang

Insiden mesin terbakar di udara menimpa sebuah pesawat kargo jenis Boeing 747 yang terbang ke New York, Amerika Serikat (AS), dari Belanda. Sedikitnya dua orang mengalami luka-luka di Belanda setelah puing-puing logam dari salah satu mesin pesawat yang terbakar jatuh ke daratan.

Seperti dilansir CNN, Senin (22/2/2021), inspektur keselamatan regional Belanda, Veiliheidsregio dan Bandara Maastricght Aachen (MAA) menyatakan bahwa salah satu mesin pesawat kargo terbakar di udara tak lama setelah lepas landas dari Maastricht pada Sabtu (20/2) waktu setempat. Serpihan logam dari mesin pesawat kargo itu berjatuhan ke wilayah kota Meerssen.

Menurut pemilik pesawat kargo itu, Longtail Aviation, yang berbasis di Bermuda, pesawat jenis Boeing 747-400 itu terbang menuju Bandara John F Kennedy (JFK) di New York City saat insiden terjadi.

- China Bangun Pangkalan Militer Besar-besaran di Laut China Selatan

Sejumlah citra satelit terbaru menunjukkan China sedang membangun 'pangkalan militer besar-besaran' di dalam pulau-pulau buatan kontroversial yang dibangun di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Seperti dilansir news.com.au, Senin (22/2/2021), laporan terbaru perusahaan software geospasial, Simularity, yang didasarkan pada citra-citra satelit mengungkapkan objek yang diduga infrastruktur untuk radar, antena dan apa yang diyakini mengarah pada sebuah pangkalan militer di Mischief Reef.

Mischief Reef yang diklasifikasikan sebagai atol -- pulau karang berbentuk lingkaran dengan di bagian tengah terdapat danau atau laguna -- diketahui terletak di perairan berjarak 250 kilometer dari wilayah Filipina. Daratan itu telah diduduki dan dikuasai China sejak tahun 1995 lalu.

Citra satelit itu menunjukkan aktivitas pembangunan pangkalan militer China di tujuh area yang ada di Mischief Reef antara Mei 2020 hingga Februari 2021.

Halaman

(ita/ita)