AS Ancam Tindak Tegas Militer Myanmar Usai Kematian Demonstran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 16:11 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken
Menlu AS Antony Blinken (Foto: Getty Images/Pool)

Sebelumnya, para demonstran antikudeta militer Myanmar menyerukan 'mogok massal' dan lebih banyak lagi protes di jalan-jalan pada Senin (22/2). Seruan ini muncul setelah ancaman pihak berwenang bahwa konfrontasi dapat kembali menelan korban jiwa setelah dua pengunjuk rasa ditembak mati pada akhir pekan.

Meskipun militer telah mengerahkan lebih banyak pasukan dan berjanji untuk mengadakan pemilihan umum baru, para jenderal gagal menghentikan protes yang berlangsung lebih dari dua minggu itu. Gerakan pembangkangan sipil terus terjadi untuk meminta kudeta diakhiri dan dibebaskannya pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Aktivis pemuda terkenal, Maung Saungkha mendesak banyak warga lainnya untuk bergabung dalam protes hari Senin ini.

Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Inggris dan Jerman telah mengutuk kudeta dan mengecam kekerasan terhadap pengunjuk rasa. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengatakan kekerasan 'mematikan' itu tidak dapat diterima.

Halaman

(izt/ita)