Meski Diancam Militer, Warga Myanmar Kembali Gelar Demo Besar-besaran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 15:49 WIB
Protesters hold images of ousted leader Aung San Suu Kyi during an anti-coup protest in Mandalay, Myanmar, Sunday, Feb. 21, 2021. Police in Myanmar shot dead a few anti-coup protesters and injured several others on Saturday, as security forces increased pressure on popular revolt against the military takeover. (AP Photo)
Puluhan ribu orang tolak kudeta Myanmar (Foto: AP Photo)

Pada akhir pekan kemarin, dua orang tewas ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di kota Mandalay, dan orang ketiga ditembak mati di Yangon. Seorang wanita muda juga meninggal pada hari Jumat (19/2) setelah ditembak di kepala dan kritis selama dua minggu.

Kementerian Luar Negeri Myanmar pada hari Minggu (21/2) membenarkan penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, dan menuduh PBB dan pemerintah lain "ikut campur tangan" dalam urusan dalam negeri mereka.

"Meskipun menghadapi demonstrasi yang tidak sah, penghasutan kerusuhan dan kekerasan, pihak berwenang melakukan pengendalian melalui penggunaan kekuatan minimum untuk mengatasi gangguan," demikian tertulis dalam pernyataannya.

Halaman

(izt/ita)