Vaksinasi Hampir 50%, Israel Siap Longgarkan Pembatasan COVID-19

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 18:08 WIB
An Ultra-Orthodox Jewish man, wearing a surgical mask due to the COVID-19 coronavirus pandemic, walks past Israeli flags set up in front of a shop ahead of Israels independence day due later in the week, in the centre of Jerusalem, on April 23, 2020. - Israel will celebrate its 72nd Independence Day on April 28-29 under novel coronavirus regulations, with official events and public celebrations cancelled. Israelis are required to wear faces masks when venturing outside in accordance to a governmental directive in order to combat the spread of COVID-19. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND)
Yerusalem -

Israel kembali membuka sebagian besar pusat ekonominya pada Minggu (21/2). Hal ini menjadi awal kembalinya rutinitas setelah pemerintah sudah melakukan vaksinasi COVID-19 kepada hampir setengah populasi.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (21/2/2021) toko-toko mulai dibuka kembali, sedangkan akses ke tempat-tempat rekreasi seperti pusat kebugaran dan teater dibatasi untuk para penerima vaksin atau mereka yang telah pulih dari COVID-19 yang memiliki 'paspor hijau'.

'Paspor Hijau' dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Israel dan berlaku selama enam bulan setelah warga mendapatkan dosis vaksin kedua.

Meski sudah mulai dilonggarkan, menjaga jarak sosial masih diberlakukan. Menari masih dilarang di ruang perjamuan, dan tempat-tempat ibadah, seperti sinagog, masjid, atau gereja harus mengurangi separuh jumlah jemaat.

Tepat setahun setelah kasus COVID-19 pertama muncul di Israel, pemerintah melakukan pelonggaran pembatasan pada Minggu (21/2). Ini menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk membuka perekonomian lebih luas bulan depan.

Israel memberikan setidaknya satu dosis vaksin Pfizer kepada lebih dari 45 persen dari 9 juta populasinya, kata Kementerian Kesehatan. Dari data Kemenkes Israel, dua suntikan vaksin disebut dapat mengurangi infeksi COVID-19 sebesar 95,8 persen.

Negara ini telah mencatat lebih dari 740.000 kasus COVID-19 dan 5.500 kematian.

Para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah akan diperbolehkan masuk di kota-kota Israel yang tingkat penularannya terkendali. Para siswa sekolah menengah akan kembali belajar tatap muka bulan depan, setelah hampir setahun belajar dari jarak jauh.

Simak video 'Palestina Tuding Israel Cegah Vaksin Corona Memasuki Gaza':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/gbr)