Pentagon Ungkap Sepertiga Tentara AS Tak Mau Divaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 10:40 WIB
FILE - This March 27, 2008 file photo shows the Pentagon in Washington. In a first for the Pentagons push to develop defenses against intercontinental-range ballistic missiles capable of striking the United States, a missile interceptor launched from a U.S. Navy ship at sea hit and destroyed a mock ICBM in flight on Tuesday, officials said. (AP Photo/Charles Dharapak, File)
Ilustrasi (AP Photo/Charles Dharapak, File)
Washington DC -

Pentagon mengungkapkan bahwa sepertiga personel militer Amerika Serikat (AS) menolak untuk menerima vaksin virus Corona (COVID-19). Penolakan terjadi meskipun kasus penularan Corona cukup signifikan di dalam tubuh militer AS.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/2/2021), salah satu pejabat Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, Mayor Jenderal Jeff Taliaferro, mengungkapkan angka penolakan vaksin Corona cukup tinggi itu dalam pertemuan dengan Kongres AS pada Rabu (17/2) waktu setempat.

Pentagon hingga kini menetapkan vaksin Corona sebagai opsional, karena belum menerima izin penggunaan penuh dari Otoritas Obat-obatan Federal AS (FDA).

"Angka penerimaan (vaksin Corona) berada di posisi sekitar sekitar dua pertiga," ujar Taliaferro, menekankan bahwa angka itu didasarkan pada 'data sangat awal'.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, secara terpisah menyatakan tidak ada data lengkap militer soal vaksinasi, namun dia menyebut lebih dari 916.500 vaksin Corona telah disuntikkan terhadap para personel militer AS sejauh ini.

Kirby menyebut angka penolakan vaksin Corona setara dengan populasi umum, di mana vaksin memang belum ditawarkan secara luas. "Kami, di militer, pada dasarnya mencerminkan angka penerimaan di masyarakat Amerika," ucap Kirby kepada wartawan setempat.

Pemerintah AS menggandeng militer dan Garda Nasional untuk membantu vaksinasi Corona terhadap masyarakat umum.

Kirby menuturkan bahwa pada akhir pekan ini, lebih dari sejuta personel militer akan menerima suntikan vaksin Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2