Round Up

Gugatan Hukum soal Rusuh Capitol Menanti Trump Usai Lolos Pemakzulan

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 04:20 WIB
Donald Trump lolos dari pemakzulan: Apa dampak bagi dirinya, Joe Biden, dan Amerika Serikat?
Donald Trump (Foto: BBC World)

"Para tergugat bertindak bersama-sama untuk menghasut dan kemudian melakukan kerusuhan di Capitol dengan mendorong sekelompok orang untuk terlibat dalam perilaku penuh gejolak dan kekerasan atau ancamannya yang memicu bahaya besar bagi penggugat dan anggota Kongres lainnya," sebut Thompson dalam gugatannya.

Kelompok hak sipil terkemuka, Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP), mewakili Thompson dalam gugatan ini. Kelompok itu juga menyatakan bahwa setidaknya dua anggota Kongres lainnya, yang juga keturunan Afrika-Amerika, akan bergabung sebagai penggugat bersama Thompson.

Disebutkan juga oleh Thompson bahwa penyerbuan Gedung Capitol muncul dari 'rencana bersama yang diupayakan para tergugat sejak pemilu yang digelar pada November 2020'.

Gugatan ini menuntut kompensasi namun tanpa menyebut besarannya. Selain itu, gugatan ini juga meminta hakim federal AS mengeluarkan perintah yang melarang Trump dan tergugat lainnya untuk melakukan pelanggaran UU tahun 1871 itu di masa mendatang.

Secara terpisah, profesor hukum Universitas Indiana, Gerard Magliocca, dalam komentarnya menyebut kemungkinan gugatan ini akan ditolak karena adanya putusan Mahkamah Agung AS tahun 1982 yang melindungi Presiden AS dari gugatan hukum atas tindakan resminya. Magliocca memandang pidato Trump yang disebut menghasut kerusuhan itu, berada dalam lingkup tugas resminya sebagai Presiden AS.


(izt/nvc)