Protes UU Larangan Hina Raja Thailand, Pendemo Tutupi Monumen Demokrasi Bangkok

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 16:25 WIB
Monumen Demokrasi Bangkok
Monumen Demokrasi Bangkok ditutupi kain merah (Foto: AFP/Mladen Antonov)

Pemerintah yang dipimpin oleh mantan kepala junta militer Prayuth Chan-ocha menyangkal adanya penyalahgunaan hukum. Ia mengatakan oposisi politik diperbolehkan tetapi melanggar hukum jika menghina raja.

Thailand secara resmi berada dalam sistem monarki konstitusional, tetapi raja dijunjung tinggi oleh budaya konservatif Thailand yang menggambarkannya sebagai pelindung agama dan bangsa Buddha.

Gerakan mahasiswa yang muncul sejak tahun lalu secara terbuka menentang Raja Maha Vajiralongkorn. Pendemo menyebut Raja telah melakukan tindakan untuk kepentingan pribadi sejak naik takhta.

Istana Kerajaan menolak untuk secara langsung mengomentari protes tersebut, tetapiPrayuth dan pejabat pemerintah mengatakan bahwa kritik terhadap raja itu melanggar hukum dan tidak pantas.


(izt/dhn)