Biden Akui Gelisah Nantikan Sikap Republikan di Sidang Pemakzulan Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 13:16 WIB
President-elect Joe Biden speaks after the Electoral College formally elected him as president, Monday, Dec. 14, 2020, at The Queen theater in Wilmington, Del. (AP Photo/Patrick Semansky)
Joe Biden (dok. AP Photo/Patrick Semansky)

Tim pengacara Trump dalam argumen pokok pada Jumat (12/2) waktu setempat, menyebut pemakzulan ini inkonstitusional dan merupakan 'tindakan balas dendam politik' dari Partai Demokrat. Pengacara Trump juga berargumen bahwa pidato Trump pada 6 Januari hanyalah bersifat retorik dan Trump tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas tindakan para pendukungnya pada saat itu.

Senat AS selanjutnya akan menggelar pertemuan pada Sabtu (13/2) pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat untuk memperdebatkan apakah akan mengizinkan disampaikannya keterangan para saksi dalam sidang pemakzulan. Setelah itu, argumen penutup akan disampaikan oleh masing-masing pihak.

Diperkirakan bahwa putusan untuk sidang pemakzulan ini bisa dijatuhkan pada hari yang sama, dengan 100 Senator yang bertindak sebagai juri persidangan akan memvoting untuk menentukan apakah Trump bersalah atas dakwaan menghasut pemberontakan.

Dibutuhkan mayoritas dua pertiga suara, yang berarti 17 Senator Republikan harus bergabung dengan 50 Senator Demokrat untuk menetapkan Trump bersalah. Namun indikasi sejauh ini menunjukkan Demokrat tidak akan mendapatkan cukup dukungan Senator Republikan untuk menyatakan Trump bersalah.

Meskipun sorotan nasional ada pada sidang pemakzulan Trump, Gedung Putih sebelumnya menekankan bahwa pihaknya fokus dalam menjalankan agenda-agenda pemerintahan Biden, termasuk meloloskan rancangan undang-undang bantuan virus Corona (COVID-19). Biden sendiri tidak pernah secara eksplisit menyatakan apakah dirinya meyakini Trump harus dinyatakan bersalah atau tidak.

"Saya pikir Senat memiliki pekerjaan yang sangat penting untuk diselesaikan dan saya pikir dugaan saya adalah beberapa pemikiran mungkin telah berubah, tapi saya tidak tahu," ucap Biden saat ditanya soal sidang pemakzulan Trump dalam rapat di Ruang Oval Gedung Putih.

Halaman

(nvc/idh)