32 Jasad Ditemukan, 170 Masih Hilang Usai 'Tsunami Himalaya'

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 15:19 WIB
A rescue operation is underway in northern India after a glacier broke off, triggering flash flood in the state of Uttarakhand - Indo-Tibetan Border Police (ITBP)/AFP
Operasi penyelamatan korban 'tsunami himalaya' (Foto: Indo-Tibetan Border Police (ITBP)/AFP)

Vivek Pandey, juru bicara polisi perbatasan mengatakan kepada Times of India bahwa jika 34 orang yang dicari masih hidup, mereka dikhawatirkan terkena hipotermia, yang bisa berakibat fatal.

Di luar terowongan, tim medis bersiap siaga dengan tabung oksigen dan tandu.

Shuhil Dhiman (47) mengatakan bahwa saudara iparnya Praveen Diwan, seorang kontraktor swasta, masuk ke terowongan saat kejadian bersama tiga orang lainnya saat banjir melanda.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya. Kami pergi ke dekat terowongan tetapi ada lumpur yang menghalangi. Terowongan itu memiliki kemiringan tajam dan saya pikir air dan lumpur telah masuk jauh ke dalam," kata Shuhil Dhiman kepada AFP. .

Bencana yang oleh media lokal disebut sebagai 'tsunami Himalaya' itu disebabkan oleh pencairan gletser yang cepat di wilayah Himalaya, yang disebabkan oleh pemanasan global.

Kegiatan pembangunan bendungan, pengerukan dasar sungai untuk pasir dan penebangan pohon untuk jalan baru adalah faktor-faktor lain.


(izt/ita)