30 Pengungsi Rohingya Ditangkap Malaysia, Diduga Kabur dari Indonesia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 16:40 WIB
An ethnic Rohingya woman is assisted to walk by others after the boat carrying them landed in Lhokseumawe, Aceh province, Indonesia, early Monday, Sept. 7, 2020. Almost 300 Rohingya Muslims were found on a beach in Indonesias Aceh province Monday and were evacuated by military, police and Red Cross volunteers, authorities said. (AP Photo/Zik Maulana)
Ilustrasi (dok. AP/Zik Maulana)
Kuala Lumpur -

Lebih dari 30 pengungsi Rohingya ditangkap saat tiba di Malaysia dengan kapal pada bulan lalu. Para pengungsi Rohingya itu diyakini melarikan diri dari sebuah kamp pengungsi di Indonesia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (8/2/2021), Kepolisian Malaysia mengungkapkan hal tersebut dalam pernyataan pada Minggu (7/2) waktu setempat.

Disebutkan Kepolisian Malaysia bahwa puluhan pengungsi Rohingya, yang kebanyakan wanita itu, naik kapal dari Tanjung Balai di Sumatra Utara dan berlabuh di Selangor, pantai barat Malaysia, pada 6 Januari lalu.

Untuk mencari perlindungan, warga Muslim Rohingya selama bertahun-tahun menumpang perahu atau kapal untuk melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar dan kamp-kamp pengungsian di Bangladesh. Beberapa dari mereka mengambil pilihan berbahaya untuk bepergian dengan sindikat penyelundup manusia ke negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Malaysia tidak mengakui status pengungsi, tapi negara mayoritas Muslim ini adalah tujuan favorit bagi para pengungsi Rohingya yang mencari kehidupan lebih baik.

Diungkapkan Kepolisian Malaysia dalam pernyataannya bahwa 17 wanita, tujuh pria dan tujuh anak yang semuanya pengungsi Rohingya, beserta lima wanita Indonesia, ditemukan di dalam kapal yang berlabuh di Malaysia bulan lalu.

Direktur keamanan internal pada Kepolisian Diraja Malaysia, Abdul Rahim Jaafar, menuturkan bahwa 21 pengungsi di antaranya didakwa masuk tanpa dokumen valid ke dalam wilayah Malaysia, dan dua orang lainnya didakwa atas undang-undang antipenyelundupan manusia.

Abdul Rahim menambahkan bahwa lebih dari selusin pengungsi itu telah diserahkan ke Departemen Imigrasi Malaysia.

Dalam pertemuan pekan lalu saat Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), isu Rohingya dibahas oleh kedua pemimpin.

(nvc/ita)