Kanada Masukkan 'Proud Boys' ke Daftar Teroris Usai Serbuan Capitol AS

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 14:42 WIB
Otoritas penegak hukum Amerika Serikat meningkatkan pengamanan menjelang pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden, pada 20 Januari 2021. Peningkatan keamanan ini dilakukan pasca massa pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Parlemen AS, Capitol, dan membuat kerusuhan.
penjagaan gedung Capitol AS (Foto: AP/Ted S. Warren)

Didirikan pada tahun 2016, Proud Boys dimulai sebagai organisasi yang memprotes kebenaran politik dan kendala yang dirasakan pada maskulinitas di Amerika Serikat dan Kanada, dan tumbuh menjadi kelompok yang merangkul perkelahian jalanan.

"Daftar tersebut kemungkinan akan mendapatkan sejumlah tanggapan soal anggota Proud Boys," kata Jessica Davis, mantan analis intelijen senior Badan Intelijen Keamanan Kanada.

"Untuk beberapa individu ini mungkin memiliki efek peredam ... Namun, mungkin ada beberapa anggota inti yang akan semakin diradikalisasi," kata Davis, presiden Insight Threat Intelligence.

"Sulit untuk mengatakan berapa banyak anggota Proud Boys yang ada di Kanada," kata Evan Balgord, direktur eksekutif Anti-Hate Network of Canada.

Grup itu sendiri tidak memiliki aset keuangan utama, sejauh yang diketahui Balgord.

"Langkah tersebut menggarisbawahi keprihatinan konstitusional tentang kemampuan pemerintah Kanada untuk menunjuk sebuah kelompok sebagai entitas teroris," kata Leah West, seorang profesor keamanan nasional di Universitas Carleton Ottawa dan mantan pengacara di Departemen Kehakiman Kanada.

Halaman

(izt/ita)