Meksiko Tangkap 12 Polisi yang Terlibat Pembantaian Imigran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 14:28 WIB
U.S. Customs and Border Protection (CBP) officials stand guard next to the border wall after a group of migrants, part of a caravan of thousands from Central America trying to reach the United States, crossed illegally from Mexico to the U.S., as seen from Tijuana, Mexico December 13, 2018. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi -- Perbatasan AS-Meksiko (dok. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Mexico City -

Otoritas Meksiko menangkap sejumlah polisi atas dugaan keterlibatan dalam pembantaian 19 imigran di negara bagian Tamaulipas bulan lalu.

Dilansir dari Reuters, Rabu (3/2/2021), Jaksa Agung Tamaulipas, Irving Barrios, menyebut setidaknya 12 polisi negara bagian itu diduga terlibat pembunuhan di wilayah Camargo.

Seorang juru bicara kepolisian setempat mengkonfirmasi penangkapan tersebut, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Pihak berwenang sejauh ini telah mengidentifikasi dua imigran Guatemala dari total 19 korban, yang tubuhnya ditemukan hangus di dalam kendaraan yang terbakar dan penuh peluru.

Warga Guatemala mengatakan mereka khawatir lebih banyak orang yang dicintai yang mencoba mencapai Amerika Serikat termasuk di antara yang tewas.

Pembantaian itu menimbulkan kekhawatiran baru di Meksiko tentang bahaya yang dihadapi oleh para imigran, banyak dari mereka mengalami pelecehan dalam perjalanan ke utara dari negara-negara Amerika Tengah.

Jika keterlibatan aparat penegak hukum dikonfirmasi, kasus tersebut akan mengingatkan kembali pada tindak penculikan dan pembantaian 43 siswa-guru di kota barat daya Iguala pada tahun 2014 oleh polisi korup yang bekerja dengan geng narkoba.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador telah berjanji untuk mengakhiri pembunuhan dan penculikan oleh pihak berwenang, tetapi hubungan antara pasukan keamanan dan kejahatan terorganisir sulit dibasmi.

Selanjutnya
Halaman
1 2