Gelombang COVID-19 Baru, Aktivitas Pabrik China Terpengaruh

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 09:49 WIB
Wabah Corona turut berdampak pada sektor industri di China. Usai laporkan penurunan kasus baru COVID-19, industri Negeri Tirai Bambu kembali bergeliat.
Industri China Ikut Terpengaruh Akibat Gelombang Baru Corona (Foto: Getty Images)
Beijing -

Aktivitas pabrik China sedikit melambat pada Januari ketika gelombang corona baru menyerang China Utara.

Dilansir AFP, Minggu (31/1/2021) Indeks Manajer Pembelian (PMI), ukuran utama dari aktivitas manufaktur, berada di 51,3 bulan ini, karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu memperketat pencegahan COVID-19 menjelang Tahun Baru Imlek.

Angka tersebut sedikit menurun dibanding bulan Desember dengan total 51,9.

"Baru-baru ini, gelombang virus baru muncul bersamaan di banyak tempat di seluruh negeri, dan produksi serta operasi beberapa perusahaan untuk sementara ikut terpengaruh," kata ahli statistik senior Biro Statistik Nasional (NBS) Zhao Qinghe.

Zhao menambahkan periode sekitar Tahun Baru Imlek menjadi "off-peak season" untuk industri manufaktur.

Data terakhir menunjukkan bahwa iklim bisnis perusahaan kecil dalam keadaan lesu, meskipun konsumsi domestik meningkat menjelang periode perayaan.

"Permintaan ekspor melambat setelah Natal karena pandemi terus menyebar ke seluruh dunia, kata NBS.

PMI non-manufaktur China mengalami penurunan yang lebih besar menjadi 52,4, dari 55,7 bulan lalu, terkena dampak yang lebih besar dari kebangkitan virus domestik.

Sejumlah industri termasuk akomodasi dan katering mengalami penurunan aktivitas yang "lebih signifikan", sementara industri konstruksi sepi.

"Sektor jasa menanggung beban dari gelombang baru COVID-19, dimana diperketatnya aturan jarak sosial dan penerapan kembali lockdown dan larangan perjalanan di beberapa bagian China," kata sebuah laporan penelitian Nomura baru-baru ini.

(izt/dhn)