Pertama Kali ke Irak, Paus Fransiskus Akan Bertemu Ulama Syiah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 19:10 WIB
FILE - In this Nov. 22, 2020, file photo, Pope Francis incenses the altar as he celebrates Mass on the occasion of the Christ the King festivity, in St. Peters Basilica at the Vatican. China criticized Pope Francis on Tuesday over a passage in his new book in which he mentions suffering by China’s Uighur Muslim minority group. (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP, File)
Paus Fransiskus (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP, File)
Baghdad - Paus Fransiskus akan bertemu dengan ulama top Syiah, Grand Ayatollah Ali Sistani, dalam kunjungan pertamanya ke Irak. Paus Fransiskus dijadwalkan akan berkunjung ke Irak pada Maret mendatang.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/1/2021), rohaniwan senior Katolik, Louis Sako, yang merupakan pemimpin Gereja Katolik Khaldea di Irak, menuturkan bahwa pertemuan itu akan menjadi 'kunjungan privat' antara dua tokoh agama 'tanpa formalitas'.

Sako mengharapkan agar kedua tokoh menandatangani dokumen soal 'persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia'.

Dokumen itu merupakan naskah antaragama yang mengecam ekstremisme dan sebelumnya telah ditandatangani Paus Fransiskus dengan ulama Sunni terkemuka, Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, tahun 2019 lalu.

Paus Fransiskus dijadwalkan akan berada di Irak dari 5-8 Maret mendatang, dengan kunjungan direncanakan ke ibu kota Baghdad juga kota Mosul dan Ur -- yang menjadi tempat kelahiran Abraham atau Nabi Ibrahim.

Irak pernah mencatatkan lebih dari 1,5 juta warga Kristen di wilayahnya, namun komunitasnya dirusak oleh konflik berkelanjutan.

Usai invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) ke Irak tahun 2003, konflik sektarian mendorong pengikut sejumlah denominasi Kristen di Irak untuk melarikan diri karena diserang kelompok Islamic State (ISIS) tahun 2014 yang kemudian melanda seluruh komunitas minoritas di negara itu.

Saat ini, diperkirakan sekitar 400 ribu warga Kristen tersisa di wilayah Irak.

Banyak dari mereka yang mengungkapkan harapan agar kunjungan Paus Fransiskus akan menyoroti tantangan yang dihadapi komunitas Kristen di Irak, termasuk pengungsian berkepanjangan dan sedikitnya perwakilan dalam pemerintahan.

Simak video 'Saat Wanita Konservatif di Irak Belajar Membuat Tato':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)