Joe Biden Bicara Soal Rasisme di AS: Inilah Waktunya Bertindak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 15:23 WIB
President Joe Biden. Source: Pool
Presiden AS Joe Biden (Foto: Pool via CNN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengeluarkan seruan tegas untuk menyembuhkan perpecahan rasial di negeri itu dan berjanji untuk berbuat lebih banyak guna menghadapi rasisme dan ketidaksetaraan, yang menurutnya telah melanda Amerika Serikat terlalu lama.

Ketegangan rasial membara selama empat tahun masa kepresidenan Donald Trump, dan Biden mencatat bahwa pengepungan gedung Capitol AS pada 6 Januari oleh para pendukung Trump dilakukan oleh "preman, pemberontak, ekstremis politik dan supremasi kulit putih". Tetapi Biden mengatakan dia yakin sebagian besar orang Amerika percaya pada kesetaraan.

"Kita tidak pernah sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip dasar bangsa ini - menyatakan yang sudah jelas - bahwa semua orang diciptakan setara dan memiliki hak untuk diperlakukan sama sepanjang hidup mereka," kata Biden dalam pidatonya di Gedung Putih, Selasa (26/1) waktu setempat.

"Dan inilah waktunya untuk bertindak sekarang, bukan hanya karena itu hal yang benar untuk dilakukan, tetapi karena jika kita melakukannya, kita semua akan menjadi lebih baik karenanya," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/1/2021).

Biden mengambil tindakan eksekutif di empat bidang: Membatasi penggunaan penjara swasta oleh pemerintah AS, memperkuat penegakan anti-diskriminasi di sektor perumahan, menggarisbawahi komitmen terhadap kedaulatan suku asli Amerika dan mengutuk diskriminasi terhadap orang Amerika keturunan Asia dan Amerika keturunan Kepulauan Pasifik, yang menurutnya telah meningkat selama pandemi COVID-19.

Biden telah berusaha untuk membatalkan beberapa kebijakan pendahulunya, Trump dan menyampaikan reformasi keadilan rasial yang dia janjikan selama kampanye pemilihan.

Para pemilih kulit hitam terbukti penting bagi Biden, yang pertama dalam memenangkan nominasi presiden partainya dan kemudian dalam mengalahkan Trump dalam pemilihan presiden 3 November 2020 lalu.

Simak juga video 'PM Kanada Kecewa dengan Biden Karena Cabut Izin Proyek Pipa':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2