Yordania Serukan Israel Hentikan Provokasi Al-Aqsa

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 10:48 WIB
Muslim men pray next to the Dome of the Rock Mosque in the Al Aqsa Mosque compound in Jerusalems old city, Sunday, May 31, 2020.The Al-Aqsa mosque in Jerusalem, the third holiest site in Islam, reopened early Sunday, following weeks of closure aimed at preventing the spread of the coronavirus. (AP Photo/Mahmoud Illean)
Masjid Al Aqsa (Foto: AP/Mahmoud Illean)
Amman -

Pemerintah Yordania menyerukan Israel untuk menghentikan blokade pekerjaan restorasi di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem, yang merupakan tempat suci umat Islam.

Dilansir dari AFP, Selasa (26/1/2021), juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Daifallah Alfayez mengatakan dia telah mengirim "nota protes" kepada Israel. Protes tersebut menuntut agar Israel menahan diri dari pelanggaran dan provokasi, dan menghormati mandat Yordania dalam mengelola tempat-tempat suci umat islam.

Terkait desakan Yordania, belum ada tanggapan dari pemerintah Israel.

Di bawah kesepakatan damai tahun 1994, negara Yahudi itu mengakui pengawasan Yordania atas situs-situs suci Muslim di Yerusalem timur, bagian di kota Palestina yang diduduki dan dianeksasi oleh Israel sejak 1967.

Dikenal oleh Muslim sebagai Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, dan sebagai Temple Mount oleh orang Yahudi, di kompleks ini terdapat Kubah Batu emas dan masjid Al-Aqsa.

Yordania menekankan bahwa Waqf, otoritas wakaf Islam, adalah satu-satunya otoritas yang bertanggung jawab untuk pengawasan dan pemeliharaan Al-Aqsa.

Pada hari Minggu (24/1), Waqf menuduh polisi Israel memblokir "semua proyek rekonstruksi di kompleks itu", termasuk menghentikan pasokan bangunan dan "masuknya bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk pemeliharaan".

Waqf mengatakan tim pemeliharaan masjid bahkan tidak dapat memelihara atau memperbaiki fasilitas dasar dari masjid dan para pegawainya menghadapi tuntutan, ancaman penangkapan dan pengusiran.

(izt/ita)