China Mulai Mengejar AS dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 17:51 WIB
Kecerdasan Buatan Bisa Jadi Penyelamat Nyawa Pada Kasus Pandemi
Ilustrasi (DW)

Lebih lanjut, laporan itu menunjukkan Uni Eropa tertinggal dalam pendanaan modal ventura dan ekuitas swasta, namun bernasib lebih baik dalam hal makalah penelitian yang diterbitkan.

Laporan itu mendapati bahwa China telah menerbitkan sekitar 24.929 makalah penelitian AI pada tahun 2018 -- tahun terakhir di mana datanya tersedia. Sedangkan Uni Eropa tercatat menerbitkan 20.418 makalah penelitian AI dan AS menerbitkan 16.233. Namun disebutkan bahwa 'kualitas penelitian AS secara rata-rata masih lebih tinggi daripada China dan Uni Eropa'.

Laporan itu juga menyimpulkan bahwa AS 'masih menjadi pemimpin dunia dalam merancang chip untuk sistem AI'.

Agar tetap kompetitif, menurut laporan itu, Eropa perlu meningkatkan insentif pajak penelitian dan memperluas institut penelitian publik yang mengembangkan AI.

Bagi AS untuk bisa mempertahankan keunggulannya, laporan itu merekomendasikan agar AS meningkatkan dukungan untuk penelitian dan pengerahan AI, dan meningkatkan upaya mengembangkan bakat AI secara domestik sambil menarik talenta terbaik dari seluruh dunia.

Halaman

(nvc/ita)