Taiwan Karantina 5.000 Orang Gegara 15 Kasus Corona di Rumah Sakit

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 13:42 WIB
Cina Karantina Puluhan Juta Penduduk Jelang Tahun Baru
Ilustrasi Karantina di Taiwan (Foto: DW News)
Taipei -

Otoritas Taiwan akan mengkarantina lebih dari 5.000 orang untuk menahan cluster kasus Corona dari sebuah rumah sakit. Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan pada Minggu (24/1) waktu setempat.

Dilansir dari Reuters, Senin (25/1/2021), Taiwan diketahui telah melakukan pengendalian pandemi dengan baik. Taiwan yang melakukan pencegahan dini dan efektif, di mana kasus infeksi Corona mencapai 890 kasus, sejak 12 Januari lalu telah menangani penularan kecil di sebuah rumah sakit.

Ada sekitar 15 orang yang terinfeksi Corona di rumah sakit di bagian utara kota Taoyuan tersebut. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara lain di dunia, di mana banyak acara perayaan tahun baru Imlek ditunda untuk mencegah penularan Corona.

Menteri Kesehatan Chen Shih-chung mengatakan kepada wartawan bahwa mereka akan menambah jumlah orang yang harus dikarantina di rumah selama 14 hari, yang diduga sudah melakukan kontak dengan pasien dari cluster rumah sakit.

Dia menyebutkan jumlahnya sekitar 5.000 orang, dengan sekitar 1.300 yang saat ini berada dalam karantina.

Pemerintah telah menguji semua orang yang telah dikarantina, dan telah mengumumkan kasus Corona baru di antara mereka.

Taiwan memiliki sistem pelacak yang dapat mengetahui siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien Corona. Negara ini juga memiliki pemantauan elektronik untuk memastikan mereka yang berada di karantina tetap di rumah.

Terlepas dari infeksi baru yang muncul, Taiwan saat ini hanya memiliki 95 kasus aktif yang dirawat di rumah sakit.

(izt/ita)