Israel Resmi Buka Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 09:50 WIB
Kunjungan pertama ke Israel bagi pejabat tinggi Uni Emirat Arab: Hari ini kita membuat sejarah kata PM Netanyahu
Israel Membuka Kedutaan di UEA (Foto: BBC World)
Ashkenazi juga berterima kasih kepada "pewaris takhta UEA, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed, dan para kolega dan teman saya, Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed, atas kepemimpinan dan keramahan mereka terhadap perwakilan kami".

UEA Akan Buka Misi Diplomatik di Tel Aviv

Pengumuman tersebut datang tak lama setelah UEA mengatakan kabinetnya telah menyetujui pendirian kedutaan besar di Israel. Kedutaan akan dibuka di pusat keuangan pesisir Tel Aviv.

Ashkenazi menyambut baik keputusan UEA, yang katanya "akan meningkatkan hubungan antara negara bagian dan rakyat".

Secara tradisional, sebagian besar misi diplomatik di Israel berada di Tel Aviv karena negara-negara tetap netral atas kota Yerusalem yang disengketakan sampai statusnya dapat diselesaikan dalam kesepakatan damai Israel-Palestina.

Mantan presiden AS Donald Trump melakukan gebrakan perubahan pada Desember 2017 di mana AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke sana dari Tel Aviv pada tahun berikutnya.

Israel menganggap kota itu sebagai ibu kota yang tidak dapat dibagi, tetapi orang-orang Palestina melihat sebagian besar wilayah Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua dengan situs-situs sucinya, sebagai ibu kota negara masa depan mereka yang diduduki Israel secara ilegal.

Awal bulan ini, Sudan juga menandatangani Perjanjian Abraham, menjadi negara Arab ketiga yang melakukannya dan yang keempat untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu dalam beberapa bulan.

Maroko juga menormalisasi hubungan dengan Israel pada bulan Desember 2020, dalam sebuah quid pro quo diplomatik yang membuat Washington mendukung pemerintahan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan.

Hingga tahun lalu, Mesir dan Yordania adalah satu-satunya negara Arab yang mengakui Israel, dalam kesepakatan perdamaian bilateral yang dicapai beberapa dekade lalu.

Pada hari Minggu (24/1) lalu, pemerintah Israel memberi lampu hijau untuk perjanjian dengan Maroko, sebelum persetujuan akhir oleh parlemen. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan misinya di Rabat serta konsulat di Dubai, UEA akan dibuka "dalam beberapa hari mendatang".

Disebutkan pula bahwa Kedutaan Besar Israel di Manama, Bahrain, telah beroperasi selama beberapa minggu.

Halaman

(izt/ita)