Kapal Induk AS Masuk Laut China Selatan di Tengah Ketegangan China-Taiwan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 18:17 WIB
Taipei -

Kelompok kapal induk AS (Amerika Serikat) yang dipimpin oleh USS Theodore Roosevelt memasuki Laut China Selatan untuk mempromosikan 'kebebasan laut' hari ini. Kapal AS itu berlayar di tengah ketegangan antara China dan Taiwan.

Dilansir dari Reuters, Minggu (24/1/2021), komando Indo-Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok penyerang memasuki Laut China Selatan pada hari Sabtu (23/1). Kemudian pada hari yang sama, Taiwan melaporkan serangan pesawat dan jet tempur China ke zona identifikasi pertahanan udaranya di sekitar Kepulauan Pratas.

Militer AS mengatakan kelompok penyerang kapal induk berada di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim oleh China, untuk melakukan operasi rutin untuk memastikan kebebasan laut, membangun kemitraan yang mendorong keamanan maritim.

"Setelah berlayar melalui perairan ini selama 30 tahun karir saya, sangat menyenangkan berada di Laut Cina Selatan lagi, melakukan operasi rutin, mempromosikan kebebasan laut, dan meyakinkan sekutu dan mitra," kata Komandan Kelompok Penyerang, Laksamana Muda Doug Verissimo.

"Dengan dua pertiga perdagangan dunia melalui wilayah yang sangat penting ini, sangat penting bagi kami untuk mempertahankan kehadiran kami dan terus mempromosikan tatanan berbasis aturan yang telah memungkinkan kita semua untuk makmur," lanjut Verissimo.

Diketahui, Amerika Serikat memberi dukungan kepada Taiwan. Departemen Luar Negeri AS prihatin terhadap upaya China untuk mengintimidasi negara tetangganya, termasuk Taiwan.

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata juru bicara Ned Price dalam pernyataan yang dilansir dari Associate Press, Minggu (24/1).

Washington akan terus memperkuat hubungan dengan Taiwan dan memastikan pertahanannya dari ancaman China, sambil mendukung penyelesaian masalah secara damai antara kedua belah pihak. Terkait penegasan AS, hingga Minggu (24/1) tidak ada tanggapan langsung dari pihak China

(izt/gbr)