Polisi Inggris Bubarkan Pesta Pernikahan yang Langgar Aturan COVID-19

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 03:51 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Polisi Inggris membubarkan pernikahan yang melanggar aturan pembatasan COVID-19. Pernikahan ini dihadiri oleh 150 tamu.

Dilansir Reuters, Sabtu (23/1/2021) disebutkan pernikahan yang digelar hanya diperbolehkan dengan jumlah tamu sebanyak enam orang. Namun, petugas menemukan sebuah pertemuan besar di Stamford Hill, London utara.

Acara juga disebut dilakukan dengan jendela tertutup agar orang tidak bisa melihat ke dalam. Penyelenggara pernikahan bisa didenda hingga 10.000 pound ($ 13.700), dan lima lainnya dikenai hukuman 200 pound.

Polisi pada awalnya melaporkan terdapat sekitar 400 orang menghadiri pernikahan tersebut. Investigasi dilakukan untuk mengidentifikasi pelanggaran lebih lanjut.

"Ini benar-benar pelanggaran hukum yang tidak dapat diterima," kata Inspektur Kepala Detektif Marcus Barnett.

"Orang-orang di seluruh negeri membuat pengorbanan dengan membatalkan atau menunda pernikahan dan perayaan lainnya, dan tidak ada alasan untuk perilaku seperti ini," sambungnya.

Kasus virus Corona di Inggris disebut telah melonjak sejak akhir tahun lalu setelah berjangkitnya varian virus baru yang lebih menular. Hal ini membuat diberlakukannya penguncian di seluruh Inggris Raya.

Jumlah kasus harian telah turun dari yang tertinggi hampir 70.000 pada 8 Januari menjadi sekitar 40.000 dalam beberapa hari terakhir. Tetapi pihak berwenang khawatir terlalu banyak orang yang melanggar aturan, yang berarti virus terus menyebar.

(dwia/dwia)