Hungaria Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Beli Vaksin Corona Buatan Rusia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 17:53 WIB
A medical worker moves a box of Russias Sputnik V coronavirus vaccine out from a refrigerator prior to administering a vaccination in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Ilustrasi (Foto: AP/Pavel Golovkin)
Budapest -

Hungaria telah menandatangani kesepakatan pembelian vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, Sputnik V. Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, mengatakan Hungaria menjadi negara pertama di Uni Eropa yang memiliki kesepakatan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/1/2021), dalam video yang diposting di halaman Facebook-nya, Szijjarto mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Kesehatan Rusia bahwa vaksin akan tiba dalam tiga tahap, dan detail tentang jumlah pengiriman akan dirilis nanti.

Kesepakatan itu dicapai beberapa hari setelah regulator Hungaria memberikan persetujuan penggunaan vaksin AstraZeneca dari Inggris dan Sputnik V dari Rusia. Hal itu dilakukan sejak Hungaria berusaha mencabut langkah-langkah lockdown untuk meningkatkan ekonomi. Regulator Uni Eropa sendiri belum menyetujui vaksin Sputnik V ataupun AstraZeneca.

"Saya sangat senang mengumumkan bahwa kami telah menandatangani kesepakatan di mana Hungaria dapat membeli sejumlah vaksin Rusia dalam tiga tahap," kata Szijjarto.

Kesepakatan ini dapat memungkinkan Hungaria untuk mencabut pembatasan Corona lebih cepat. European Medicines Agency (EMA) akan memutuskan soal persetujuan untuk vaksin AstraZeneca dan Universitas Oxford pada 29 Januari mendatang.

Otoritas Rusia sebelumnya menyebut vaksin Sputnik V memiliki kemanjuran 92 persen dalam melindungi orang-orang dari COVID-19 berdasarkan hasil uji klinis sementara, tetapi negara itu belum merilis kumpulan data lengkap untuk uji klinisnya.

Pada Rabu (20/1) waktu setempat, Rusia mengajukan pendaftaran vaksin Sputnik V di Uni Eropa sebelum peninjauan EMA dilakukan bulan depan.

(izt/nvc)