AS Kecam Sanksi China kepada 28 Pejabat Era Trump

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 11:16 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Bendera China-AS (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Washington DC -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengecam langkah 'sinis' otoritas China untuk memberikan sanksi kepada 28 pejabat AS dari era pemerintahan Donald Trump, termasuk Menteri Luar Negerinya Mike Pompeo.

Otoritas China sebelumnya menyebut bahwa beberapa politikus anti-China di AS melakukan langkah-langkah 'gila' karena 'kepentingan politik yang egois, prasangka, dan kebencian terhadap China'.

"China akhirnya memutuskan untuk memberikan sanksi kepada 28 orang yang dianggap melanggar kedaulatan China," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Jumat (22/1/2021).

Sanksi itu akan melarang para pejabat dan anggota keluarganya untuk memasuki daratan China, Hong Kong dan Macau.

"Menerapkan sanksi di hari pelantikan tampaknya merupakan upaya untuk memecah-belah partisan," kata Emily Horne, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, kepada AFP.

"Itu tidak akan berhasil," katanya. "Warga Amerika dari kedua belah pihak menentang langkah yang tidak produktif ini".

"Presiden Biden berharap dapat bekerja dengan para pemimpin di kedua partai (Demokrat dan Republik) untuk memposisikan Amerika untuk mengalahkan China," tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS era Biden, Antony Blinken, mengatakan pada Selasa (19/1) bahwa dia mendukung sikap garis keras Pompeo terhadap China.

"Kita bisa mengalahkan China," kata Blinken, seraya menambahkan dia menganggap saingan negara adidaya global itu sebagai "tantangan paling signifikan" bagi AS.

(izt/nvc)