Biden Dilantik, China: Malaikat Baik Hati Bisa Menang Atas Kekuatan Jahat

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 18:02 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Optimisme China untuk AS di bawah Joe Biden (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Beijing -

China menyuarakan optimisme terhadap pemerintahan baru Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Jubir Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan "malaikat baik hati dapat menang atas kekuatan jahat" dan menyebut Biden dapat mengecilkan 'iritasi' akibat 'atmosfer' hubungan yang diracuni di masa jabatan Donald Trump.

Melansir dari Reuters, Kamis (21/1/2021), hubungan bilateral AS-China memburuk selama masa jabatan Trump. Biden diperkirakan akan mempertahankan tekanan terhadap Beijing tetapi dengan pendekatan tradisional dan multilateral.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Trump, terutama (mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo, telah meletakkan terlalu banyak ranjau yang perlu diangkat, membakar terlalu banyak jembatan yang perlu dibangun kembali, merusak terlalu banyak jalan yang perlu diperbaiki," kata Hua Chunying.

"Saya percaya jika kedua negara berusaha, malaikat yang baik hati bisa menang atas kekuatan jahat," lanjutnya.

Duta Besar Taiwan untuk Amerika Serikat secara resmi diundang ke pelantikan Presiden Joe Biden pada Rabu (20/1) siang waktu setempat. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintahan Biden akan melanjutkan dukungan Trump untuk pulau yang diklaim Beijing sebagai bagian dari China itu.

Di hari yang sama, pemerintahan Biden yang baru mengkritik langkah China untuk menjatuhkan sanksi pada mantan pejabat pemerintahan Trump termasuk Pompeo, tepat beberapa menit setelah Biden dilantik, sebagai "tidak produktif dan sinis".

Ditanya tentang keduanya, Hua membela sanksi tersebut dan menegaskan kembali penolakan China terhadap setiap kontak resmi antara Amerika Serikat dan Taiwan. Dia mengatakan China akan melawan setiap langkah yang merusak kedaulatan atau kepentingannya.

Namun Hua, yang mengatakan telah menyaksikan pelantikan Biden di CNN, juga berulang kali mendesak kerja sama dan pengertian.

Simak video 'Beri Sanksi ke China, AS Sebut Kebijakan Pada Muslim Uighur Genosida':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2