Singapura Mulai Vaksinasi Corona Personel Angkatan Bersenjata

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:59 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Singapura mulai memvaksinasi personel Angkatan Bersenjata (Foto: AP/Oded Balilty)
Singapura -

Singapura mulai memberikan vaksinasi COVID-19 kepada para personel Angkatan Bersenjata Singapura (SFA). Dalam postingan di Facebook, Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) pada Kamis (21/1/2021) menyatakan bahwa pihaknya berencana menvaksinasi sebagian besar pasukan SFA hingga pertengahan tahun ini.

Melansir dari Channel News Asia, Kamis (21/1/2021), Menteri Pertahanan Ng Eng Hen dan Menteri Senior Negara untuk Pertahanan, Zaqy Mohamad turut menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech bersama dengan personel SAF. Mereka akan mendapatkan dosis kedua 21 hari kemudian.

Fase awal program vaksinasi untuk personel SAF dan petugas medis COVID-19 ini diharapkan selesai dalam waktu enam minggu, termasuk dosis kedua.

Menurut MINDEF, Dr Ng mengatakan penerima vaksin berikutnya adalah para personel yang bekerja di unit penting, termasuk mereka yang berada di keamanan maritim, pertahanan udara, dan kontra-terorisme - sebelum melanjutkan ke SAF lainnya.

"Dr Ng berencana melakukan vaksin terhadap sebagian besar pasukan aktif SAF pada pertengahan tahun ini," kata MINDEF.

"Semua personel aktif SAF yang secara medis memenuhi syarat dapat menerima vaksinasi," imbuhnya.

MINDEF menambahkan bahwa cakupan vaksinasi yang luas dalam SAF akan melindungi prajurit, mendukung kesiapan operasionalnya dan memungkinkan dimulainya kembali kegiatan pelatihan dan peningkatan kekuatan yang lebih luas.

Secara bertahap, SAF akan melanjutkan aktivitas seperti pelatihan di kamp dan tes kemampuan fisik individu, meskipun beberapa latihan di luar negeri tetap ditangguhkan.

Kementerian mengutip Dr Ng yang mengatakan bahwa suntikan vaksin "tidak menyakitkan".

"Kami ingin melakukan (vaksinasi) dengan aman dan dengan pengalaman yang saya miliki, mereka telah mengerjakan prosesnya dengan sangat baik," katanya.

Dalam postingan Facebook terpisah pada hari Kamis, Dr Ng mengatakan tujuannya adalah untuk menyelesaikan vaksinasi pada pertengahan tahun ini, "jika pasokan vaksin tiba sesuai rencana".

Selanjutnya
Halaman
1 2