Singapura Mulai Vaksinasi Corona Personel Angkatan Bersenjata

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:59 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Singapura mulai memvaksinasi personel Angkatan Bersenjata (Foto: AP/Oded Balilty)

"Vaksinasi untuk mencapai herd immunity akan memberikan jaminan bagi tentara kita di unit kritis, sehingga nantinya aman dan efektif saat menjalankan tugas keamanan," katanya.

"Jika sudah selesai, kita dapat melanjutkan pelatihan dan operasi penuh," tambahnya.

Singapura memulai vaksinasi COVID-19 pada 30 Desember 2020, dimana petugas kesehatan di Pusat Penyakit Menular Nasional menjadi yang pertama mendapatkan suntikan. Negara itu memprioritaskan vaksinasi untuk kelompok yang paling berisiko, sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksinasi telah ditawarkan kepada petugas kesehatan dan para staf di semua institusi kesehatan publik dan swasta, dan sedang diluncurkan untuk orang-orang yang bekerja di sektor perawatan.

Selain pekerja garis depan di titik masuk perbatasan, Singapura juga mulai memvaksinasi mereka yang terlibat dalam penanggulangan COVID-19, seperti petugas penyeka dan pekerja di fasilitas karantina dan perawatan masyarakat.

Vaksinasi untuk lansia akan dimulai akhir bulan ini, dengan syarat berusia 70 tahun ke atas. Semuanya akan diberikan secara gratis untuk seluruh warga Singapura dan penduduk yang memegang izin kerja jangka panjang.

Meski bersifat sukarela, pemerintah telah mendorong semua penduduk yang memenuhi syarat medis agar bersedia divaksinasi.

Halaman

(izt/ita)