Jabatan Trump Berakhir, Presiden Iran: Era Tiran Telah Berakhir

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 17:14 WIB
Presiden Iran Kepada Arab Saudi:
Presiden Iran, Hassan Rouhani (Foto: DW News)
Teheran -

Presiden Iran, Hassan Rouhani pada hari Rabu (20/1/2021) memberikan tanggapannya terkait segera berakhirnya masa jabatan Donald Trump Presiden AS. Rouhani menyebut berakhirnya kepemimpinan Trump juga mengakhiri era tiran yang selama ini dilakukannya.

"Era tiran telah berakhir dan hari ini adalah hari terakhir dari pemerintahannya yang tidak menyenangkan," kata Rouhani seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (20/1/2021) dalam sambutannya di depan kabinet yang disiarkan televisi.

"Seseorang yang selama empat tahun hidupnya tidak menghasilkan apapun selain ketidakadilan dan korupsi dan menyebabkan masalah bagi rakyatnya sendiri dan dunia," imbuhnya.

Selama masa kepresidenannya, Trump memimpin kampanye 'penuh tekanan' terhadap Iran. Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir penting dengan Teheran pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi hukuman terhadap Iran. Sanksi itu mengganggu penjualan minyak Iran dan hubungan perbankan internasional, yang mendorong ekonomi Iran ke dalam jurang resesi yang dalam.

Sebelumnya pada tahun 2015, ketika Biden menjadi wakil presiden Barack Obama, negara-negara besar dan Iran melakukan kesepakatan nuklir. Kesepakatan itu memberlakukan batasan yang jelas pada aktivitas Iran dengan imbalan keringanan sanksi internasional.

Kemudian di tahun 2019, Teheran telah menangguhkan kepatuhannya terhadap sebagian besar batasan yang ditetapkan oleh perjanjian itu. Hal itu dilakukan Iran sebagai tanggapan atas pengabaian pencabutan sanksi oleh Washington dan kegagalan pihak lain dalam kesepakatan itu.

Pada sidang konfirmasi Senat, Menteri Luar Negeri yang ditunjuk Biden, Anthony Blinken mengatakan bahwa kebijakan Trump telah membuat Iran "lebih berbahaya".

Blinken mengkonfirmasi keinginan Biden agar Washington kembali ke perjanjian nuklir. Namun dirinya mengatakan keputusan itu bergantung kepada kepatuhan Teheran untuk memenuhi komitmennya.

Teheran telah berulang kali meminta Washington untuk mencabut sanksi terlebih dahulu dan menghormati kewajibannya sendiri berdasarkan perjanjian nuklir tersebut, baru setelah itu Teheran akan segera melakukan kepatuhan yang dimaksud.

(izt/ita)