Direktur Intelijen AS Pilihan Biden Sebut China Tantangan Berat

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 16:18 WIB
WILMINGTON, DELAWARE - JANUARY 07: U.S. President-elect Joe Biden delivers remarks before announcing his choices for attorney general and other leaders of the Justice Department at The Queen theater January 07, 2021 in Wilmington, Delaware. Biden nominated Judge Merrick Garland to be attorney general, Lisa Monaco to be deputy attorney general, Vanita Gupta to be associate attorney general, and Kristen Clarke to be assistant attorney general for the Civil Rights Division.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Presiden terpilih Joe Biden (Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP)

Dalam sidang konfirmasi Senat atas pencalonannya, Haines menegaskan bahwa China merupakan tantangan yang berat.

"Pendekatan kita ke China harus tersusun, dan pada dasarnya memenuhi realitas China yang sangat tegas dan agresif seperti yang kita lihat hari ini," katanya.

Ditanya apakah dia bisa membantu dalam menyelidiki serangan 6 Januari lalu ke gedung Capitol AS oleh massa pendukung Trump, Haines mengatakan sebagian besar komunitas intelijen terbatas pada target asing dan tidak dapat terlibat dalam penegakan hukum domestik.

Dia juga berjanji kepada para senator bahwa dia akan merilis laporan yang masih dirahasiakan tentang pembunuhan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi di Turki.

Halaman

(izt/ita)