Tentara AS Ditangkap Atas Rencana Serangan ISIS di New York

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 10:05 WIB
American soldier mount the U.S. flag on a vehicle near the town of Tel Tamr, north Syria, Sunday, Oct. 20, 2019. Kurdish-led fighters and Turkish-backed forces clashed sporadically Sunday in northeastern Syria amid efforts to work out a Kurdish evacuation from a besieged border town, the first pull-back under the terms of a U.S.-brokered cease-fire. (AP Photo/Baderkhan Ahmad)
Ilustrasi Tentara AS (Foto: AP Photo/Baderkhan Ahmad)
New York -

Seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat ditangkap pada Selasa (19/1/2021) waktu setempat karena diduga berusaha membantu militan ISIS menyerang pasukan Amerika dan target-target di New York, termasuk Memorial 9/11.

Melansir dari AFP, Selasa (19/1/2021), Jaksa Penuntut AS menyatakan tentara bernama Cole James Bridges (20), dari negara bagian Ohio, menghadapi dakwaan terorisme federal.

Jaksa penuntut mengatakan, Bridges awalnya meneliti ideologi jihadis dan mengungkapkan dukungan untuk ISIS di media sosial, tak lama setelah bergabung dengan tentara AS pada September 2019.

Jaksa mengatakan bahwa pada Oktober 2020, Bridges mulai berkomunikasi secara online dengan agen FBI yang menyamar sebagai pendukung ISIS dan mengaku berhubungan dengan militan ISIS di Timur Tengah.

"Selama komunikasi ini, Bridges mengungkapkan kekesalannya kepada militer AS dan keinginannya untuk membantu ISIS," demikian pernyataan yang dikeluarkan Distrik Selatan New York.

"Bridges kemudian memberikan pelatihan dan bimbingan kepada militan ISIS yang konon merencanakan serangan, termasuk saran tentang target potensial di New York City, seperti Memorial 9/11," imbuh pernyataan itu.

Dia kemudian dituduh memberikan informasi tentang bagaimana menyerang pasukan AS di Timur Tengah, termasuk dengan memberikan "manuver militer tertentu."

Jaksa menambahkan bahwa pada bulan ini, Bridges mengirim video kepada agen FBI yang menyamar itu, di mana dirinya berdiri di depan sebuah bendera ISIS dengan memakai pelindung tubuh.

"Bridges mengkhianati negara kita dan unitnya ketika dia berkomplot dengan seseorang yang dia yakini sebagai simpatisan ISIS untuk membantu ISIS menyerang dan membunuh tentara AS di Timur Tengah," kata William Sweeney, seorang pejabat di kantor FBI di New York.

Bridges telah didakwa mencoba memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing dan mencoba membunuh anggota dinas militer AS. Kedua dakwaan tersebut masing-masing bisa diancam dengan hukuman hingga 20 tahun penjara.

Simak juga video 'Pengamanan Ketat Jelang Pelantikan Joe Biden':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)