Marak Demo Bersenjata, Hak Warga AS Pegang Senjata Dilindungi Konstitusi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 11:36 WIB
Washington DC -

Demonstran bersenjata marak di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS) menjelang pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada 20 Januari besok. Senjata api yang dibawa oleh warga AS saat berunjuk rasa itu dimiliki secara legal karena Konstitusi AS menjamin hak setiap warganya untuk memiliki senjata api.

Seperti dilansir situs National Constitution Center, Selasa (19/1/2021), hak warga AS untuk memiliki senjata api secara legal itu diatur dalam Amandemen Kedua Konstitusi AS yang disetujui Kongres AS pada 25 September 1789 dan diratifikasi pada 15 Desember 1791 silam.

Amandemen Kedua ini diajukan dan disetujui dalam latar belakang politik saat itu yang sangat berbeda dengan situasi politik modern AS.

Menurut situs resmi Kongres AS, Congress.gov, Amandemen Kedua Konstitusi AS secara lengkap berbunyi: "Milisi yang diatur dengan baik, diperlukan untuk keamanan Negara yang merdeka, hak rakyat untuk memiliki dan memegang Senjata tidak boleh dilanggar."

National Constitution Center yang merupakan organisasi sejarah yang didirikan pemerintah AS memberikan penjelasan soal latar belakang yang mendasari Amandemen Kedua dan perdebatan selama berpuluh-puluh tahun di AS soal amandemen tersebut.

Perdebatan modern soal Amandemen Kedua kini fokus pada apakah amandemen itu melindungi hak setiap individu untuk memiliki dan memegang senjata, atau melindungi hak yang hanya bisa dipraktikkan melalui organisasi milisi seperti Garda Nasional.

Amandemen Kedua Disetujui Saat AS Baru Dibentuk

Situasi politik di AS saat baru saja berdiri banyak dipengaruhi oleh tradisi Inggris selama berabad-abad. Diketahui bahwa AS resmi berdiri pada 4 Juli 1776 silam.

Banyak orang dari generasi pendiri AS yang mengkhawatirkan bahwa pemerintah rentan menggunakan tentara untuk menindas rakyat. Laporan Al Jazeera menyebut bahwa situasi yang dikhawatirkan itu terjadi saat kepemimpinan Oliver Cromwell yang kontroversial, yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai diktator militer yang menguasai Inggris tahun 1653-1658 silam.