International Updates

Ramai Demonstran Bersenjata di AS, FBI Periksa Garda Nasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 17:47 WIB
Jelang pelantikan Biden: AS kerahkan 25.000 tentara amankan Washington, sejumlah kelompok gelar protes dengan membawa senjata api
para demonstran bersenjata berkumpul di kota-kota AS (Foto: BBC World)

Dilansir AFP, Senin (18/1/2021) Monica Calazans, perawat berusia 54 tahun di Sao Paulo menjadi orang pertama di Brasil yang menerima suntikan Vaksin Corona buatan China setelah keluarnya keputusan regulator kesehatan, Anvisa yang sangat dinanti-nantikan.

Anvisa juga menyetujui vaksinasi AstraZeneca dan Covishield buatan Oxford University untuk digunakan di negara, yang jumlah kematian COVID-19-nya sekarang melebihi 209.000 - terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Menteri Kesehatan Brasil Eduardo Pazuello mengumumkan pemerintah akan mulai mendistribusikan vaksin ke semua 27 negara bagian pada Senin (18/1) ini untuk kampanye inokulasi nasional yang akan dimulai Rabu (20/1) mendatang.

- Israel Segera Mulai Vaksinasi Corona Para Narapidana Palestina

Otoritas Israel segera mulai melakukan vaksinasi virus Corona (COVID-19) terhadap seluruh narapidana yang ditahan di wilayahnya. Para narapidana Palestina pun juga akan diberi suntikan vaksin Corona oleh Israel.

Seperti dilansir AFP, Senin (18/1/2021), hal tersebut diumumkan oleh Dinas Penjara Israel dalam pernyataan terbaru pada Minggu (17/1) waktu setempat.

"Setelah vaksinasi terhadap para staf... vaksinasi terhadap para tahanan akan dimulai di penjara-penjara sesuai protokol medis dan operasional yang telah ditetapkan Dinas Penjara," demikian pernyataan Dinas Penjara Israel.

Secara terpisah, berbicara kepada AFP, seorang juru bicara Dinas Penjara Israel menegaskan arahan itu berlaku 'untuk seluruh tahanan, tanpa ada perbedaan'.

- Ramai Demonstran Bersenjata di AS, FBI Sudah Ingatkan Jauh-jauh Hari

Sejumlah pengunjuk rasa bersenjata berkumpul di gedung-gedung DPRD negara bagian di AS, jelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden. Hal ini sudah jauh-jauh hari diperingatkan oleh Biro Investigasi Federal, FBI.

Seperti dilansir BBC, Senin (18/1/2021) sejumlah kecil kelompok pengunjuk rasa - beberapa dari mereka bersenjata - berkumpul di gedung-gedung DPRD negara bagian di AS. Ketegangan meningkat setelah terjadinya kerusuhan mematikan di Capitol di Washington.

FBI sudah memperingatkan kemungkinan adanya aksi unjuk rasa bersenjata di sejumlah wilayah Amerika Serikat menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden.

Halaman

(ita/ita)