Pekerja Medis India Meninggal Usai Divaksin Corona, Begini Penjelasannya

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 16:31 WIB
Gunakan Vaksin Buatan Dalam Negeri, India Mulai Program Vaksinasi Massal
Ilustrasi Vaksinasi COVID-19 Foto: DW (News)
New Delhi - Seorang pekerja medis di negara bagian Uttar Pradesh, utara India, meninggal dunia setelah 24 jam menerima vaksin COVID-19. Meski begitu, pejabat lokal menegaskan bahwa kematian tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksinasi.

Dilansir dari The Star, Senin (18/1/2021) kematian petugas medis bernama Mahipal Singh (46) itu disebabkan karena keluhan sakit yang ia derita. Singh meninggal setelah merasa sesak napas pada Minggu malam (17/1/2021) di distrik Moradabad.

"Dia divaksin pada hari Sabtu siang. Pada Minggunya, dia merasakan sesak napas dan mengeluh sesak di dada," kata M C Garg, kepala petugas medis Moradabad.

"Menurut laporan medis, kematiannya disebabkan oleh syok kardiogenik. Ukuran jantungnya telah membesar hingga sekitar 500 gram. Padahal jantung orang normal beratnya hanya 200 gram," lanjutnya.


Mendukung penjelasan petugas medis, pihak keluarga mengakui Singh sudah merasa tidak sehat bahkan sebelum vaksinasi dilakukan.


"Ayah saya pergi dari pusat vaksinasi sekitar pukul 13.30 (waktu setempat) dan saya membawanya pulang. Kemudian dia merasa sesak dan batuk. Dia menderita radang paru-paru, batuk biasa dan pilek, tetapi dia mulai merasa kondisinya lebih buruk setelah pulang ke rumah," kata Putra Mahipal Singh, Vishal, seperti dikutip media lokal.

Kementerian Kesehatan federal India menyatakan bahwa ada 447 kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) setelah vaksinasi Covid-19 dilakukan dua hari terakhir. Dari jumlah tersebut, tiga orang harus dirawat di rumah sakit.

"Dari jumlah tersebut, satu orang telah keluar dari RS Utara Delhi dalam waktu 24 jam, satu telah keluar dari AIIMS Delhi, dan satu lagi sedang diobservasi di AIIMS Rishikesh dan sedang dipantau," ujar kementerian dalam pernyataannya.


Sebagian besar KIPI yang dilaporkan sejauh ini hanya memiliki gejala ringan seperti demam, sakit kepala, mual, dan lain-lain.

India mulai menyelenggarakan vaksinasi COVID-19 sejak Sabtu lalu (16/1/2021). Total sudah ada 224.301 penerima vaksin, di mana 17.072 penerima di antaranya divaksinasi pada hari Minggu.

Menurut data terbaru Kemenkes India, angka penularan COVID-19 naik menjadi 10.571.773 kasus dengan penambahan 13.788 kasus baru selama 24 jam terakhir. Jumlah korban meninggal dunia saat ini telah meningkat menjadi 152.419 orang dengan 145 kasus kematian baru dilaporkan pada Minggu (17/1) pagi.

Sebelumnya. India meluncurkan program vaksinasi virus corona SARS-CoV-2 besar-besaran pada hari Sabtu (16/01), dengan dua vaksin yang diproduksi secara lokal. Perdana Menteri India, Narendra Modi, secara resmi memulai kampanye vaksinasi yang ia sebut sebagai "terbesar di dunia" ini dalam sebuah pidato melalui video kepada publik.

"Biasanya, butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat vaksin tetapi dalam rentang waktu yang singkat, tidak hanya satu, tapi dua vaksin 'Made in India' sudah siap," ujar Modi dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung. Ankita Kumar dari DW menyaksikan pidato ini, di mana Modi menekankan pentingnya memvaksinasi para pekerja garis depan.

Kantor berita Jerman, dpa, melaporkan bahwa India berencana untuk memvaksinasi 300 juta orang - jumlah yang hampir sama dengan seluruh populasi Amerika Serikat - pada akhir Juli.

(izt/ita)