Menkes AS Mundur, Ingatkan Trump Rusuh Capitol Nodai Warisan Pemerintahan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 10:49 WIB
(FILES) In this file photo Alex Azar, secretary of Health and Human Services (HHS), speaks as President Donald Trump listens during an event on lowering prescription drug prices on November 20, 2020, in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC. - As part of efforts to expand access to Covid vaccines, the federal government will allow makers to release all their available doses instead of reserving booster shots, the US health secretary said on January 12, 2021. Alex Azar told ABC News that the manufacture of the Pfizer and Moderna vaccines was now
Alex Azar (AFP/MANDEL NGAN)
Washington DC -

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS), Alex Azar, mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam surat pengunduran dirinya, Azar mengingatkan Presiden Donald Trump bahwa rusuh di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu bisa menodai warisan pemerintahannya.

Seperti dilansir Reuters dan CNBC, Sabtu (16/1/2021), dalam surat pengunduran diri tertanggal 12 Januari lalu, Azar mengumumkan dirinya mengundurkan diri secara efektif pada 20 Januari mendatang -- hari yang sama dengan pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden.

Tidak diketahui lebih lanjut apakah pengunduran diri Azar ini hanyalah simbolis untuk menunjukkan ketidaksepakatannya dengan Trump, yang di masa-masa akhir jabatannya terus melontarkan tuduhan kecurangan pilpres dan diduga menghasut pendukungnya untuk menyerang Gedung Capitol AS.

Surat pengunduran diri Azar awalnya menyinggung soal sukses pemerintahan Trump, termasuk soal pengembangan cepat vaksin dan pengobatan untuk virus Corona (COVID-19), yang disebutnya telah 'menyelamatkan ribuan bahkan jutaan nyawa warga Amerika'.

Namun dia juga menyuarakan kekhawatiran soal rusuh di Gedung Capitol AS yang didalangi para pendukung Trump pada 6 Januari lalu. Diketahui bahwa rusuh di Gedung Capitol itu memicu lima korban tewas dan melukai puluhan polisi AS.

"Tindakan dan retorika setelah pemilu, terutama sepekan terakhir, mengancam untuk menodai hal-hal ini dan warisan bersejarah lainnya dari pemerintahan ini," cetus Azar.

"Serangan terhadap Capitol merupakan serangan terhadap demokrasi kita dan terhadap tradisi transisi kekuasaan secara damai yang pertama kali dibawa Amerika Serikat ke dunia," tegasnya.

Tonton video 'Ada Potensi Rusuh, Biden Siap Disumpah di Halaman Capitol AS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2