AS Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran dan China di Akhir Masa Kepresidenan Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 10:07 WIB
Diembargo AS, Iran Minta Bantuan Cina Untuk Transaksi Internasional
Ilustrasi (DW News)
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran, China, Uni Emirat Arab dan Kuba. Penjatuhan sanksi dilakukan menjelang akhir masa jabatan Presiden Donald Trump.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (16/1/2021), Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengumumkan sanksi-sanksi baru dijatuhkan kepada perusahaan-perusahaan Iran, China dan Uni Emirat Arab karena melakukan bisnis dengan Iran Shipping Lines dan tiga entitas Iran terkait proliferasi senjata konvensional.

Disebutkan Pompeo bahwa AS menerapkan sanksi terhadap tujuh perusahaan, termasuk Jiangyin Mascot Special Steel Co yang berbasis di China dan Accenture Building Materials yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), serta dua orang lainnya karena menyalurkan baja dari atau ke Iran.

Pompeo menyebut bahwa Organisasi Industri Kelautan Iran, Organisasi Industri Dirgantara Iran dan Organisasi Industri Penerbangan Iran juga masuk dalam daftar hitam terkait proliferasi senjata konvensional.

Dalam pernyataannya, Pompeo juga mengumumkan peningkatan cakupan sanksi terkait logam terhadap Iran yang diterapkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Pompeo menegaskan bahwa bagi pihak-pihak yang dengan sengaja mentransfer 15 bahan atau material, yang menurut Departemen Luar Negeri AS, digunakan terkait program nuklir, militer atau rudal balistik Iran, akan dikenakan sanksi. Bahan-bahan yang dimaksud termasuk jenis tertentu aluminium dan baja.

Terkait China, Pompeo bersumpah akan menghukum negara itu terkait penindakan keras di Hong Kong. Dalam pernyataannya, Pompeo mengecam operasi penangkapan besar-besaran pada 6 Januari lalu di Hong Kong, sebagai hal 'mengerikan'. Sedikitnya 55 orang, termasuk seorang pengacara asal AS, ditangkap terkait kelompok pro-demokrasi Hong Kong.

"Kami mengecam tindakan RRT (China-red) yang mengikis kebebasan dan proses demokrasi di Hong Kong, dan akan terus menggunakan semua sarana yang kami miliki untuk meminta pertanggungjawaban mereka," tegas Pompeo, merujuk ke China.

Selanjutnya
Halaman
1 2